Ricardo Handoko, dari Bankir Banting Setir Jadi Founder Klinik Kecantikan ERHA

Ricardo Handoko, dari Bankir Banting Setir Jadi Founder Klinik Kecantikan ERHA

tribunwarta.com – JAKARTA – Jika berbicara tentang klinik kecantikan dan skin care, nama ERHA tentu menjadi salah satu brand lokal yang cukup dikenal di masyarakat.

ERHA, menjadi salah satu klinik kecantikan yang cukup populer dan diminati masyarakat terutama perempuan.

Di balik suksesnya nama ERHA, ada nama Ricardo Handoko sebagai pendirinya.

Ini dia sosok dari Ricardo Handoko yang punya kepedulian tinggi serta cakap dalam berbisnis hingga sukses mengembangkan puluhan klinik kecantikan? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya.

Ricardo Handoko merupakan pemilik dari ERHA yang berdiri sejak tahun 1999 dan telah sukses berkembang dan menyediakan berbagai perawatan kesehatan kulit yang tersebar hingga 97 klinik di berbagai kota di Indonesia.

Melansir dari Linkedin, Ricardo Handoko sendiri merupakan lulusan dari Canisius College Jakarta pada 1987 hingga 1992. Kemudian, dia melanjutkan studi di University of San Fransiso dan lulus pada 1997 dengan gelar Sarjana Administrasi Bisnis dan Keuangan.

Usai pendidikannya, dia pun kembali ke Indonesia untuk memulai karier. Sayangnya, saat itu sedang terjadi krisis moneter.

“Waktu itu, saya ingin menjadi bankir. Tapi, ketika tahun 1998 sedang terjadi peristiwa krismon. Lalu, sepertinya belum ada peluang, karena semua tidak pada hiring. Jadi, saya berpikir, sepertinya peluang saya ada di bidang skincare, tapi saat itu kan belum terlalu booming ya,” ungkap Rico dilansir dari Youtube JPCC, Selasa (20/12/2022).

Perjalanan Bisnis Ricardo Handoko

Dirinya bercerita, peluang berbisnis kian terbuka ketika sang ayah yang merupakan seorang dokter spesialis kulit dan kelamin yang bernama Ronny Handoko memberikan dia kesempatan untuk bisa mengembangkan hasil dari produknya.

Bermodalkan ketertarikan membaca artikel bisnis serta berkat kerja keras dan strategi berpikir dari sebuah rencana sederhana mengembangkan produk, menjadi skincare solution, hingga tercipta ekosistem yang terintegrasi, membuat Rico percaya bahwa mimpi kecil apabila ditekuni tiap prosesnya, itu bisa berubah menjadi suatu yang besar.

Terbukti, kini Rico sukses mengelola Arya Noble, perusahaan berjenis Business Innovation Studio, Investment and Strategic Holding company yang memegang penuh perusahaan lain di bawahnya seperti ERHA, Marco, Genero, Derma XP hingga mampu menciptakan solution ecosystem, yang sesuai dengan kemauan pasar masyarakat untuk tujuan perawatan kulit khusus.

Meski dirinya bukan lulusan pendidikan dokter, tapi dirinya mengatakan bahwa pola pikir dan rasa ingin tahu tinggilah yang membawa seseorang kepada kesuksesan. Baginya, mengubah small interest menjadi skill adalah suatu keahlian yang perlu dipelajari.

“Saya itu masuk ke dalam kategori thinker. Ini yang menjadi kekuatan saya. Kalau di buku personality, pribadi saya itu berwarna biru, yaitu deep thinking. Sehingga, saya pun membagi tiga aktivitas, pagi sampai siang itu dikhususkan untuk saya berfikir, siang hingga sore, kerja atau execute. Lalu, malam itu istirahat. Jadi, dari situ muncul kekuatan visioning, connecting the dots, strategizing, dan menentukan seberapa jauh strategic levels dalam menjalankan usaha untuk bisa mencapai target tertentu,” ungkapnya.

Ketika ditanya terkait apa itu sukses, Rico mengatakan bahwa dirinya sukses ketika memberikan dampak positif atas apa yang dihasilkan. Misalnya, ketika produk memberikan dampak positif kepada customers. Lalu, ketika sebagai seorang leader, apakah seseorang yang dipimpin bisa memiliki karier yang sukses dan berkembang.

“Success mean impact. Menyambung soal pertanyaan terkait bagaimana saya memandang uang, saya punya prinsip 6M, make meaning, make money, make meaning. Jadi, kita buat pelayanan bagus untuk mendatangkan profit, nah dari profit itu kita bisa memberikan arti, memberikan makna. Bagi saya, uang itu enabler,” jelasnya.

Berhasil dengan ERHA yang kini sudah beroperasi selama 23 tahun, Rico pun turut mewujudkan manifestasi sebuah bisnis yang memberikan dampak sekitar melalui Emilie Handoko Initiative (EHI) sebuah inisiatif pribadinya dalam bidang amal, mulai dari Taman Baca Jendela Dunia di Indonesia hingga beberapa program kesehatan mata untuk masyarakat Indonesia yang berada di pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara Timur dan Papua.

Nama Ricardo Handoko tengah menjadi perbincangan publik, usai melalukan peresmian bangunan SMK Wahana Tegal Angus di Kabupaten Tangerang pada Sabtu (17/12/2022).

Founder sekaligus Chief Vision & Strategy Grup Usaha ERHA ini memang terlihat sangat aktif dalam berbagai kegiatan sosial.

Sebagai sosok yang tumbuh di tengah keluarga yang menanamkan pentingnya pendidikan sejak kecil, tak heran jika dirinya punya ketertarikan dalam mendukung perluasan akses bidang edukasi dan literasi.

Kepedulian sosial

Ricardo Handoko, atau yang akrab disapa Rico, tumbuh di tengah keluarga yang menanamkan pentingnya pendidikan sejak kecil membuat Rico percaya bahwa pendidikan memiliki peran signifikan dalam pembentukan identitas dan kapasitas anak hingga dewasa.

Maka dari itu, di tengah kesibukannya sebagai Pendiri sekaligus Chief Vision & Strategy Grup Usaha ERHA, Rico secara aktif masih terlibat dalam berbagai kegiatan sosial khususnya pada bidang edukasi dan literasi.

Rico berprinsip akses terhadap pendidikan dan literasi informasi yang baik dapat membentuk karakter generasi yang kritis, adaptif, dan memiliki daya juang tinggi. Rico pun mewujudkan manifestasinya melalui Emilie Handoko Initiative (EHI) yang merupakan inisiatif pribadinya dalam bidang amal.

Melalui EHI, Rico berupaya membuka selebar-lebarnya akses pendidikan bagi generasi muda Indonesia, salah satunya adalah pembangunan gedung SMK Wahana Tegal Angus yang bekerjasama dengan World Harvest
Indonesia.

Selain melalui EHI, Rico juga turut terlibat dalam pembangunan lebih dari 7 Taman Baca Jendela Dunia di Indonesia yang menaungi lebih dari 2000 siswa-siswi di daerah Cikarang, Bekasi, Sukabumi, Banyuwangi dan Semarang. Taman Baca Jendela Dunia Ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial ERHA dibidang pendidikan yang ditujukan untuk membangun minat baca anak Indonesia khususnya di daerah yang minim akses agar mereka dapat tumbuh menjadi individu berliterasi.

Selain Taman Baca Jendela Dunia, pada tahun 2022 Rico juga menginisiasi Program Operasi Katarak Gratis melalui program Corporate Social Responsibility ERHA kepada 1911 masyarakat Indonesia yang berada di pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara Timur dan Papua.

Rico berharap inisiatif dan komitmen ini dapat terus berlanjut membawa manfaat dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut mengambil bagian dalam membangun kehidupan yang lebih baik bagi generasi penerus Indonesia.

“Pendidikan terbaik menjadi hak dasar seluruh manusia. Saya percaya, tidak ada proses belajar yang siasia. Semua bisa bermanfaat dan semua bisa memberi dampak. Bagian kita adalah membuka akses seluas-luasnya bagi seluruh putra-putri Indonesia agar tercipta generasi unggulan di masa yang akan datang,” tandas Rico.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!