Ramai Tudingan Investasi Bodong, Ini Profil Hartadinata Harianto

Ramai Tudingan Investasi Bodong, Ini Profil Hartadinata Harianto

tribunwarta.com – Akhir-akhir ini, nama Hartadinata Harianto tengah menjadi perbincangan banyak pihak karena dugaan investasi bodong yang dilakukan perusahaannya, Stern Office Resources Group.

Rubrik Finansialku

Dituding Investasi Bodong

Belakangan ini, nama Hartadinata Harianto terangkat pasca munculnya tudingan dari Imam Besar Indonesia di Masjid New York, Shamsi Ali, yang diunggahnya melalui Twitter dan broadcast Whatsapp pada hari Kamis (12/12/2019).

Dia mengatakan bahwa perusahaan Hartadinata mencoba membangun kebohongan di Indonesia dengan cara menjual nama “Syariah” dan “Amerika Serikat”.

Perusahaan yang dimaksud Imam Besar tersebut adalah perusahaan Sinergi Stern Investindo (SSI) dan juga Syariah Indonesia LLC yang berbasis di New York.

“Harusnya berhati–hati dan diversifikasi sebelum melakukan kerja sama dengan siapapun. Anak yang disebut di berita itu telah membangun kebohongan di Indonesia.”

Pada situs SSInvestindo.com, terpampang jelas bahwa perusahaan mereka didirikan pada 2018 atas inisiasi dari Hartadinata sebagai CEO Stern Resource. Bahkan di halaman depan situs tersebut juga terpampang foto Hartadinata.

Namun sayangnya, saat ditemui langsung, pihak SSI sendiri menolak jika perusahaan mereka memiliki keterkaitan dengan Hartadinata Harianto.

[Baca Juga: Jangan Takut! Begini Cara Jitu Mengatasi Trauma Investasi Bodong]

Sekretaris Korporasi SSI, Amalia, membantah perusahaan mereka terkait dengan SR (Stern Resource). Ia mengatakan bahwa kedua perusahaan Stern Resource dan Syariah Indonesia LLC tidak berhubungan sama sekali.

“Syariah Indonesia, LLC (SI) maupun Stern Resources (SR) bukan anak atau induk perusahaan dari Sinergi Stern Investindo, LLC ( SSI).“

Menurut mereka, perusahaan Hartadinata memang pernah menawarkan kerja sama berupa investasi pada 2018 silam. Stern Resource ingin menjadi investor di SSI Indonesia untuk pendanaan dan pembangunan sejumlah proyek, namun sampai saat ini masih saja belum terealisasi.

“SR ingin investasi di SSI bilangnya, kita sudah kerja sama untuk investasi, tapi sampai sekarang kita belum terima invest itu dari SR.”

Amalia mengatakan memang situs yang menampilkan kerja sama antar dua perusahaan itu memang tidak pernah diperbaharui lagi semenjak perjanjian antar kedua perusahaan pada 2018.

“Situs itu tidak pernah di update. Sebagai reminder juga untuk shut down situs tersebut.”

Dikutip dari Kumparan.com, Amalia meminta publik dan media untuk tidak menghubungkan antara Sinergi Stern Investindo LLC (SSI), Syariah Indonesia LLC (SI) dan juga Stern Resource (SR).

Kedua perusahaan ini kemudian menjadi ramai ketika diperbincangkan Imam Besar Shamsi Ali yang mengunggah kejanggalan perusahaan Syariah milik Hartadinata Harianto.

Profil Hartadinata Harianto

Sebelum kasus tudingan investasi bodong ini, nama Hartadinata Harianto sempat mencuat beberapa tahun lalu karena prestasinya yang luar biasa membanggakan nama Indonesia.

Bahkan puncaknya, Hartadinata sempat mencuri perhatian karena kemampuannya lulus dari Stony Brook University di usianya yang masih belasan tahun.

Selain itu, Hartadinata juga berhasil mencatat rekor di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai motivator pendidikan termuda di Indonesia.

[Baca Juga: Yess! Ternyata Gini Cara Ampuh Selamat dari Investasi Bodong]

Berikut profil lengkap sosok Hartadinata Harianto:

IDENTITAS

RIWAYAT PENDIDIKAN

PENGHARGAAN

Pentingnya Riset Sebelum Investasi

Dari kasus Hartadinata Harianto yang sedang mencuat ini, kita mendapatkan satu pelajaran berharga yakni betapa pentingnya mempelajari suatu investasi sebelum berinvestasi, atau istilah kerennya “Invest your time before invest your money”.

Dengan begitu maka Anda sudah meminimalisasi kemungkinan menjadi korban investasi bodong.

Para pakar investasi pun sudah sepakat bahwa di dunia ini tidak akan pernah ada investasi yang mampu memberikan keuntungan 100%.

Akan selalu ada risiko yang dihadapi di setiap investasi yang kita lakukan. Dan risiko tersebut tentunya akan semakin besar jika Anda, sebagai investor, asal melakukan investasi tanpa melakukan riset terlebih dahulu.

Apabila Anda tidak punya waktu untuk melakukan riset dan belajar berinvestasi, Anda bisa gunakan jasa perencana keuangan.

Perencanaan keuangan dapat membantu Anda menentukan kemana saja uang Anda harus diinvestasikan, dilihat dari tujuan keuangan Anda di masa depan juga dilihat dari profil investor Anda.

Finansialku adalah perencana keuangan terbesar dan pertama di Indonesia yang tersertifikasi OJK. Finansialku juga kini sudah tersedia dalam bentuk aplikasi untuk memudahkan Anda menghitung rencana anggaran, pengeluaran harian, dan lain lain.

Anda bisa mendownload aplikasi Finansialku di Google Play Store. GRATIS dan tidak dipungut biaya.

Ayo, bagikan artikel ini jika Anda rasa bermanfaat, terima kasih!

Sumber Referensi:

    Rizki Baiquni Pratama. 12 Desember 2019. Tudingan Investasi Janggal, Hartadinata Kirim Foto Points 8 Daan Mogot. Kumparan.com – http://bit.ly/36z7ctN

    Michael Agustinus. 12 Desember 2019. BKPM Pastikan Perusahaan Hartadinata Harianto Tak Terdaftar di RI. Kumparan.com – http://bit.ly/2RJMtzb

    Denny Armandhanu. 12 Desember 2019. SSI Bantah Terkait dengan SR Milik Hartadinata Harianto. Kumparan.com – http://bit.ly/2LP3152

    Admin. 6 Mei 2012. Hartadinata Harianto. Sniperasia.com – http://bit.ly/36zCY9J

Sumber Gambar:

    Hartadinata Harianto – https://bit.ly/34dsVWp, https://bit.ly/2sjsxZo dan https://bit.ly/2Ee7UQR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!