Pupuk Sriwidjaja Palembang, Sukses Padukan Profitabilitas dan Sustainability

Pupuk Sriwidjaja Palembang, Sukses Padukan Profitabilitas dan Sustainability

Pupuk Sriwidjaja Palembang, Sukses Padukan Profitabilitas dan Sustainability
Tri Wahyudi Saleh, Direktur Utama Pusri.

Dengan empat pabrik yang dimilikinya, tak salah menyebut PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) sebagai salah satu pelaku industri besar. Perusahaan ini mengoperasikan pabrik NPK Fusion dengan kapasitas 3 x 100.000 ton per tahun, kemudian STG & BB 1 x 38 MW STG dan 2 x 240 ton per jam BB.

Pusri juga mengoperasikan gudang-gudang pupuk dengan total kapasitas lebih dari 4 juta ton, dan dermaga dengan kapasitas 1.530.000 ton urea dan 180.000 ton amonia per tahun. Skala industri yang tidak kecil tentunya.

Apalagi, pemasarannya bukan hanya di sekitar Palembang dan Sumatera Selatan. Namun, juga di provinsi lain dengan dukungan 19 kantor perwakilan penjualan di berbagai provinsi. “Pemasaran urea kami di Bengkulu, Ba-Bel, Sum-Sel, Lampung, DIY, bahkan ke sebagian Ja-Teng, Ja-Tim, Bali, dan NTB,” Tri Wahyudi Saleh, Direktur Utama Pusri, menjelaskan. Bahkan, pupuk dan produk non-PSO (public service obligation), selain dipasarkan di Indonesia juga ke luar negeri.

Produsen pupuk yang pada 2021 sukses memetik laba bersih Rp 895 miliar ini sangat peduli dengan aspek kelestarian lingkungan dalam menjalankan bisnis. Banyak inisiatif yang dilakukan agar dalam proses bisnisnya bisa meminimalkan dampak terhadap lingkungan alam.

Misalnya, dalam proses produksi yang sarat pemakaian gas, Pusri menghemat gas buang di pabrik. Juga, menggalakkan penggunaan materi ramah lingkungan dan tidak mencemari lingkungan. Kini perusahaan ini pun sangat intens dalam mengusahakan efisiensi energi dan menggunakan sumber daya alam terbarukan, termasuk dengan terus menekan pemakaian gas alam.

Perusahaan pelat merah ini melakukan pula program konservasi air. Antara lain, dengan optimalisasi tie-in demin water, pemanfaatan hasil pengolahan limbah cair, pemanfaatan air backwash sand filler, dan pembuatan biopori. Pusri pun menguatkan program reduksi emisi gas rumah kaca dengan sejumlah langkah nyata. Di antaranya, mendirikan purge gas recovery unit Pusri III dan Pusri IV, memanfaatkan gas buang proses loop menjadi fuel tambahan di auxiliary boiler, dan memasang Control Emission Monitoring System untuk pengendalian kadar emisi.

Di luar itu, ada pula inisiatif dalam bentuk melestarikan keanekaragaman hayati melalui green barrier, penangkaran rusa dan burung. Karyawan diajak menjalankan program Sedekah Alam Satu Karyawan untuk Investasi Bumi (SASKIB). Sampah didaur ulang. Misalnya, mengelola sampah plastik melalui route pyrolysis menjadi bahan bakar, melakukan purifikasi oli, mengadakan program composting, mendaur-ulang drum plastik menjadi biji plastik, dan mendaur-ulang kertas menjadi bubur kertas.

“Bahkan, kami juga akan memanfaatkan limbah B3, fly ash, dan bottom ash menjadi batako, pupuk BioSima (Bio Silika Majemuk), dan filler NPK,” kata Tri Wahyudi.

Selain melalui program-program nyata di bidang pengelolaan lingkungan, Pusri juga aktif melakukan kegiatan CSR dan pemberdayaan masyarakat sekitar. Salah satu program pemberdayaan yang menjadi unggulan ialah program Makmur, yang diposisikan untuk menjadi solusi pertanian holistik guna memakmurkan petani.

“Kami ingin memakmurkan petani dan melibatkan petani. Kami sudah lakukan itu di lahan pertanian seluas 14.244 hektare, melibatkan 7.084 petani. Mereka kami bantu akses permodalan dari perbankan, mendapat asuransi dan Dana TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) dari kami,” Tri Wahyudi menjelaskan.

Manajemen Pusri pun memelopori pengembangan ekowisata di Palembang. Antara lain, dengan menyulap tanah eks Perumahan Pusri di Taman Kenten, Palembang, menjadi Kenten Agro Park & Edu (KaPe). Kini lokasi itu sedang dibangun menjadi sebagai wisata edupark pertama di Palembang.

Perusahaan ini juga membantu pengembangan ekowisata di Pulau Kemaro yang berbasis masyarakat. Pulau seluas 180 ha ini jadi salah satu destinasi wisata andalan Palembang, yang terletak 4 km dari dermaga Pusri.

Tentu, itu di luar program CSR. Adapun program CSR-nya antara lain BERANI (Booster Nutrisi Anak Indonesia). Pada program ini, Pusri membantu peningkatan nutrisi siswa sekolah di sekitar pabrik.

Pusri mendorong pula pemanfaatan hasil budidaya ikan binaannya untuk dimasak dan diolah masyarakat setempat terdekat. Dengan pengembangan program pro-green yang komprehensif, ditopang dengan keseriusan perusahaan dalam mendigitalisasi proses produksi dan implementasi konsep Industri 4.0, manajemen Pusri yakin korporasi pupuk ini akan terus tumbuh, profitable, dan lestari. (*)

Sudarmadi & Sri Niken Handayani

www.swa.co.id


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *