Pengangguran di Inggris Makin Banyak, Lowongan Malah Berkurang

Pengangguran di Inggris Makin Banyak, Lowongan Malah Berkurang

tribunwarta.com – Angka pengangguran di Inggris mengalami peningkatan. Berdasarkan data hari Selasa, ekonomi Inggris memang sedang tersandung, menambah jumlah orang tua yang mencari pekerjaan.

Melansir dari Reuters, Selasa (13/12/2022), angka pengangguran meningkat menjadi 3,7% pada bulan Oktober. Pada September jumlahnya hanya 3,6%.

Lowongan kerja di periode September hingga November juga turun untuk pertama kalinya sejak awal 2021. Saat itu Inggris masih memberlakukan Lockdown COVID-19.

Meski demikian, gaji karyawan justru naik 6,1%, lebih tinggi dari perkiraan pada periode Agustus-Oktober. Ini merupakan kenaikan tertinggi yang pernah dicatat sejak tahun 2001.

Martin Beck, ekonom EY Item Club mengatakan bahwa pertumbuhan 6,2% dalam upah sektor jasa akan menarik perhatian BoE tetapi mungkin masih akan memperlambat laju kenaikan suku bunga menjadi 50 basis poin (bps) dari kenaikan 75 bps di bulan November.

Bank sentral menimbang tanda-tanda bahwa ekonomi Inggris mungkin telah mengalami resesi panjang dengan masalah inflasi yang terus berlanjut yang datang dari pasar tenaga kerja.

“Prospek pertumbuhan pembayaran sektor jasa yang tinggi berkontribusi terhadap inflasi yang kaku lebih cenderung mempersulit Komite Kebijakan Moneter (MPC) untuk memangkas suku bunga tahun depan,” kata Beck.

Samuel Tombs, ekonom dari Pantheon Macroeconomics memperkirakan pertumbuhan gaji akan melambat karena pelemahan ekonomi berdampak pada pasar tenaga kerja.

“Akibatnya, kami terus berpikir bahwa bukti kuat yang cukup dari meningkatnya pengangguran dan pertumbuhan upah yang melambat akan terakumulasi oleh pertemuan MPC pada pertengahan Maret untuk menghentikan kenaikan Suku Bunga Bank, setelah menaikkannya menjadi sekitar 4%,” katanya.

Dikhawatirkan menyusutnya kumpulan pekerja di pasar tenaga kerja baru-baru ini akan menambah tekanan inflasi dalam perekonomian.

Office for National Statistics (ONS) mengatakan tingkat ketidakaktifan ekonomi, mencakup orang yang tidak bekerja dan tidak mencarinya, turun dalam tiga bulan hingga Oktober menjadi 21,5%, atau 0,2% lebih rendah dari tiga bulan sebelumnya.

Ini terjadi akibat orang tua yang harusnya sudah pensiun tapi tetap mencari pekerjaan.

“Ini sesuai dengan data lain yang menunjukkan lebih banyak orang berusia 50-an berpikir untuk kembali bekerja, pada saat biaya hidup meningkat pesat,” kata ahli statistik ONS Sam Beckett.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!