Penerima KIP Kuliah Tak Perlu Khawatir, Ikut Progam MBKM Dana UKT Tetap Dibayarkan

Penerima KIP Kuliah Tak Perlu Khawatir, Ikut Progam MBKM Dana UKT Tetap Dibayarkan

Jakarta: Mahasiswa penerima KIP Kuliah mempunyai peluang yang sama dengan mahasiswa bukan penerima KIP Kuliah mengikuti semua Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Seperti pertukaran mahasiswa, magang industri, mengajar, membangun desa, proyek penelitian, dan sebagainya.
 
Mahasiswa penerima KIP Kuliah yang mengikuti salah satu program MBKM juga tak perlu khawatir soal biaya pendidikan. Uang Kuliah Tunggal atau UKT tetap dibayarkan pada perguruan tinggi di mana mahasiswa berkuliah agar tetap teregistrasi, namun biaya hidup dihentikan sementara selama mengikuti program MBKM.
 
“Biaya hidup pada program KIP Kuliah akan dihentikan sementara, sebab selama mengikuti program Kampus Merdeka, mahasiswa akan juga menerima biaya hidup sesuai program Kampus Merdeka karena sesuai peraturan, tidak boleh terjadi double funding,“ kata Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Abdul Kahar pada Puslapdik Menyapa Penerima KIP Kuliah Merdeka dikutip dari laman Puslapdik Kemendikbud, Kamis, 11 Agustus 2022.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kahar menjelaskan pada Program Kampus Merdeka, mahasiswa  berpeluang kuliah selama satu semester di program studi berbeda pada perguruan tinggi yang sama. Atau dua semester untuk menempuh pembelajaran pada program studi yang sama atau berbeda di perguruan tinggi berbeda atau pembelajaran di luar perguruan tinggi, seperti magang industri, mengajar, membangun desa, dan lainnya.
 
Kahar mengatakan sistem KIP Kuliah di Puslapdik sudah terintegrasi dengan sistem Kampus Merdeka di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. “Akan otomatis terdata di sistem Kampus Merdeka bila ada mahasiswa penerima KIP Kuliah mengikuti program Kampus Merdeka,“ ujar Kahar.
 
Kahar mengingatkan mahasiswa yang berminat mengikuti Kampus Merdeka harus memastikan, program Kampus Merdeka yang diikuti bermuatan nilai kredit semester atau SKS. Sehingga, saat kembali ke kampus, nilai bisa dikonversi dan mahasiswa tidak perlu perpanjangan studi.
 
Kahar menyebut Program MBKM merupakan terobosan Mendikbudristek Nadiem Makarim dengan memberi kesempatan yang luas bagi mahasiswa memperkaya dan meningkatkan wawasan serta kompetensi di dunia nyata sesuai passion dan cita-citanya.
 
“Mungkin si mahasiswa di prodi A misalnya tapi punya passion atau talenta lain yang belum tergali. Nah, melalui MBKM ini, talenta si mahasiswa di luar prodinya bisa tereksplorasi,” tutur dia.
 
Kahar menegaskan perubahan di masa depan itu sangat cepat yang tidak bisa diikuti dengan perubahan kurikulum. Sehingga, mahasiswa perlu terus mengupdate diri, mengeksplorasi potensi, dan talenta diri yang mungkin tidak tercukupi di prodi yang diikuti.
 
“Kalau mahasiswa tidak mengupdate diri, hanya fokus pada bidang studinya saja, boleh jadi tidak relevan lagi dengan tuntutan masa depan atau tidak pas dengan passionnya,“ papar Kahar.
 
Dia juga mengingatkan perkembangan zaman sangat dinamis saat ini membuat lahirnya banyak pekerjaan baru. Namun, juga akan hilang banyak jenis pekerjaan yang saat ini ada.
 
“Mahasiswa harus terus mengupdate diri. Hanya ada dua jenis orang yang akan berhasil di masa depan, pertama adalah pembelajar yang cerdas dan kedua pembelajar yang cepat,” tutur dia.
 
Kahar mengajak mahasiswa penerima KIP Kuliah menjadi agen perubahan, setidaknya mengubah nasibnya dan nasib keluarganya menjadi lebih baik.
 
“Mahasiswa penerima KIP kuliah ini berasal dari keluarga miskin dan rentan miskin. Dengan KIP Kuliah diharapkan bisa mengangkat diri dan keluarganya dari kemiskinan. Karena itu pula, saya menulis buku, bahwa beasiswa bisa memutus mata rantai kemiskinan,“ kata Kahar.
 
Dia menyebut mahasiswa penerima KIP Kuliah, selain harus selesai kuliah tepat waktu sesuai durasi bantuan yang diberikan, juga diharapkan punya prestasi akademik maupun akademik. “Program MBKM merupakan peluang yang diberikan pemerintah untuk mewujudkan semua itu,” tutur dia.
 

 

(REN)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *