Pamekasan Tetapkan Status Waspada Banjir

Pamekasan Tetapkan Status Waspada Banjir

Pamekasan: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, menetapkan status waspada banjir dan meminta masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai di wilayah itu meningkatkan kewaspadaan.
 
Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemkab Pamekasan Agus Wijaya, penetapan status waspada banjir itu, setelah pihaknya melakukan pemantauan langsung perkembangan cuaca dan curah hujan di sejumlah daerah setempat.
 
“Berdasarkan hasil pantauan petugas lapangan hingga Jumat sore sekitar pukul 17.50 WIB, ketinggian air di Sameran mencapai 150 cm dari titik ukur dam itu, sedangkan di Dam Klampar dan Blumbungan 15 Cm,” katanya, Jumat, 21 Oktober 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tingginya genangan air ini, karena di hulu sungai, seperti di Karangpenang, Sampang dan Palengaan, Pamekasan sedang turun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sejak pagi hingga malam hari masih berlangsung.
 

Dengan ketinggian seperti ini, sambung dia, maka aliran air sungai yang menuju Kota Pamekasan, yakni Sungai Sameran dan Sungai Kalisemajid penuh, apalagi kondisi air laut sedang pasang.
 
Agus menjelaskan, telah mengkoordinasikan hasil pemantauan di lapangan itu dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan untuk melakukan upaya antisipasi.
 
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pemkab Pamekasan Budi Cahyono menyatakan, telah menerjunkan tim khusus untuk memantau perkembangan situasi dan kondisi genangan air di sepanjang aliran sungai di Pamekasan.
 
“Malam ini juga kami bersama tim langsung melakukan pemantauan, dan menyampaikan sosialisasi langsung kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan,” katanya.
 

Selain hujan deras, angin kencang juga terjadi di dua lokasi berbeda di Pamekasan, yakni di Dusun Sana Tengah, Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, dan di Dusun Utara, Desa Durbuk, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.
 
Kejadian itu menyebabkan dua unit rumah warga rusak diterjang angin kencang di dua desa berbeda tersebut rusak. Tidak ada korban jiwa.
 
“Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca buruk berpotesi terjadi di Pamekasan dan sejumlah daerah di Jawa Timur dalam sepekan ke depan, karena itu, kami meminta agar masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana meningkatkan kewaspadaan,” terang Budi.
 
Selain banjir dan angin kencang, jenis bencana alam yang rawan terjadi di Kabupaten Pamekasan pada musim hujan seperti sekarang ini juga tanah longsor.
 
Sementara itu, hingga sekitar pukul 22.00 WIB, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih dilaporkan terjadi di sejumlah daerah di Pamekasan.
 

(MEL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *