Memperingati Sumpah Pemuda, Thomas More Homeschooling Kunjungi 7 Rumah Ibadah di Kota Surabaya

Memperingati Sumpah Pemuda, Thomas More Homeschooling Kunjungi 7 Rumah Ibadah di Kota Surabaya

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Sumpah Pemuda pada tahun 1928 adalah momentum bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Sumpah Pemuda menjadi semangat awal membangun ke-Indonesian. Spirit Sumpah Pemuda adalah spirit persatuan dan kesatuan yang melampaui indentitas primodial.

Maka, momentum bersejarah itu perlu dirawat terus menerus supaya nilai-nilai dan spiritnya terus diwariskan.

Dalam merawat semangat dan spirit sumpah pemuda tersebut, setiap tahun Thomas More Homeschooling (TMHS) memperingati Hari Sumpah Pemuda. Berbagai acara dilakukan oleh para siswa-siswi dan para guru. Mulai dari upacara, lomba-lomba, talk show alumni dan sebagainya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2022, pada tanggal 27 oktober 2022, siswa-siswi Thomas More Homeschooling mengadakan kunjungan ke tujuh tempat ibadah berbeda yang ada di kota Surabaya.

Ketujuh tempat ibadah itu merupakan perwakilan dari setiap agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia.

Kepala sekolah Thomas More Homeschooling Pakuwon City, Widati Sriyana mengatakan, “Bahwa rencana kunjungan kesemua tempat ibadah yang berbeda itu sebenarnya sudah lama kami rencanakan, hanya saja baru sekarang terlaksanakan. Kami mau mengajarkan nilai-nilai keberagaman kepada anak-anak. Nilai-nilai itu kami ajarkan melalui proses pembelajaran di kelas, selain itu juga, melalui kegitan-kegiatan seperti ini. Oleh sebab itu, momentum memperingati sumpah pemuda tahun ini kami pikir adalah waktu yang tepat”.

Kunjungan Tujuh Tempat Ibadah

Kunjungan ketujuh tempat ibadah itu dimulai dari tempat ibadah umat agama Budha yaitu di Vihara Eka Darma Loka, yang berada di Jalan Babatan Pantai Utara 9/67 Kenjeran. Kunjungan ini menggunakan menggunakan bus besar. Selama dalam perjalan, para siswa-siswi terlihat antusias.

Setiba di Vihara Darma Loka, kurang lebih pukul 07.00 WIB, siswa-siswi Thomas More Homeschooling disambut oleh Ibu Lily Sulistiawati sebagai pengurus Vihara.

Selama di Vihara tersebut, para siswa-siswi dijelaskan tentang tentang banyak hal, mulai dari lambang-lambang sampai dengan nilai-nilai universal yang dianut oleh umat Budha. Salah satu nilai yang dapat dipelajari adalah dalam hal berdoa, kita tidak hanya berdoa untuk diri sendiri namun juga untuk seluruh isi alam semesta. Salah satu doa yang terkenal adalah “Biarkan semua makhluk bahagia”.

Masih di daerah Kenjeran, kunjungan selanjutnya adalah ke Pura Segara, tempat ibadah umat Hindu yang berada di Jalan Memet Nomor 1 komplek TNI AL Kenjeran. Kunjungan itu diterima oleh Bapak Jero Mangku Wayan Budi.

Memasuki pura para siswa-siswi serasa berada di Pulau Bali, sebab Pura Segara merupakan Pura orang Bali yang ada di Surabaya.

Setidaknya ada tiga hal yang menjadi point penting dari penjelasanya yang disampaikan oleh Bapak Mangku kepada para siswa-siswi Thomas More Homeschooling, bahwa kalau mau hidup bahagia, kita harus menjaga relasi yang baik kepada Tuhan, relasi dengan sesama manusia dan relasi dengan alam. Keseimbangan antara ketiganya akan mendatangkan kebahagia bagi manusia.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *