LPS Perkirakan Bunga Deposito akan Sentuh 3,7 Persen di Akhir 2023

LPS Perkirakan Bunga Deposito akan Sentuh 3,7 Persen di Akhir 2023

tribunwarta.com – Lembaga Penjamin Simpanan ( LPS ) memperkirakan kenaikan suku bunga deposito di perbankan nasional akan berada di level 3,7 persen hingga akhir 2023.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, prediksi tersebut dengan asumsi likuiditas perbankan masih cukup seperti saat ini.

Menurut dia, likuditas merupakan salah satu faktor yang paling menentukan pergerakan suku bunga simpanan, termasuk deposito. Dengan demikian, apabila likuditas mencukupi maka bunga deposito akan melandai tapi jika likuditas mengetat maka bunga deposito akan terkerek naik.

Adapun pada Oktober 2022 likuditas perbankan masih dalam level yang memadai dengan rasio alat likuid terhadap non core deposit (AL/NCD) berada di level 130,17 persen dan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 29,46 persen.

“Saya enggak expect dia ( suku bunga deposito ) akan naik di atas 3,7 persen sampai akhir tahun depan, kalau likuiditas sistem perbankan seperti saat ini,” ujarnya saat konferensi pers virtual, Rabu (7/12/2022).

Selain itu, pada November 2022 suku bunga pasar simpanan rupiah terpantau naik secara terbatas sebesar 37 bps jadi 2,84 persen dan suku bunga pasar simpanan valas terpantau naik sebesar 93 bps menjadi 1,37 persen.

Padahal Bank Indonesia (BI) telah empat kali menaikkan suku bunga acuan sebanyak 175 basis poin (bps) sejak Agustus lalu, kini menjadi berada di level 5,25 persen.

“Kalau kita lihat walaupun BI sudah naikkan suku bunga acuan cukup besar, bunga deposito rupiah naiknya juga masih landai. Ini utamanya karena supply uang di sistem masih cukup,” ucapnya.

Oleh karena itu, ke depannya dia memprediksi akan ada kenaikan suku bunga deposito tapi tidak secepat dan seagresif kenaikan suku bunga acuan BI.

Justru, tambahnya, kenaikan suku bunga deposito akan sangat terpengaruh pada kenaikan suku bunga penjaminan LPS yang ke depannya akan dinaikkan secara bertahap saat likuiditas pasar semakin ketat.

“Tapi kalau saya lihat sih naiknya ngggak akan terlalu tajam, bahkan cenderung landai,” kata Purbaya.

Selain itu, dia memprediksi kenaikan suku bunga simpanan valas akan cenderung lebih cepat mengalami kenaikan ketimbang simpanan rupiah. Pasalnya, suku bunga simpanan valas lebih terpengaruh pada kondisi di pasar global.

Berbeda dengan suku bunga simpanan rupiah yang pasokan likuiditasnya tergantung pasar dalam negeri sehingga akan lebih mudah dikenalikan oleh bank sentral.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!