Kisah Founder Plepah & Arana Bike Bangun Usaha Ramah Lingkungan

Kisah Founder Plepah & Arana Bike Bangun Usaha Ramah Lingkungan

tribunwarta.com – Saat ini ESG (environmental, social dan governance) menjadi salah satu faktor non-finansial yang dipertimbangkan banyak pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya. Terlebih, di tengah gencarnya kampanye tentang perubahan iklim dan tuntutan akan sustainability, banyak pebisnis yang berlomba-lomba mengembangkan inovasi yang ramah lingkungan bagi usahanya. Tidak terkecuali usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Tren sustainability dan ramah lingkungan kini marak diadopsi oleh para pengusaha UMKM untuk menciptakan produk yang tidak hanya mendatangkan cuan, tapi juga memiliki dampak berkelanjutan dan ramah bagi lingkungan.

Misalnya usaha yang dirintis oleh Rengkuh Banyu dan Deny Hestiningrum. Rengkuh yang merupakan founder dari Plépah berhasil menciptakan inovasi wadah makanan berbahan organik yang terbuat dari pelepah pinang.

Sementara, Deny lewat usaha Arana Bike menyulap bilah-bilah bambu menjadi sebuah rangka sepeda yang unik serta ramah lingkungan. Seperti apa sih sepak terjang kedua figur ini?

Rengkuh menceritakan cikal bakal Plépah bermula dari keinginan untuk mencari alternatif kemasan makanan yang ramah lingkungan.

“Seiring dengan meningkatnya demand orang-orang menggunakan kemasan makanan karena kita semakin mudah melakukan kirim-kirim (dan) pembelian makanan secara online,” ujar Rengkuh dalam Ngobrolin Usaha UMKM Expo(RT) BRILianpreneur 2022, Rabu (30/11/2022).

Rengkuh menjelaskan Plépah tidak hanya berusaha memberikan dampak positif bagi lingkungan, tapi juga kepada para petani yang merupakan partner stakeholder dari usaha miliknya.

“Kita masuk untuk mencarikan alternatif kemasan yang memberikan dampak kepada para petani sebagai stakeholder yang kita ajak kerja sama, dan juga dampak terhadap lingkungan, yang mana memang saat ini belum banyak alternatif itu muncul di pasar,” ungkapnya.

Berbicara soal keuntungan, Rengkuh mengatakan meningkatnya pembelian makanan secara online membuat permintaan akan kemasan makanan menjadi sangat tinggi. Peluang tersebut lah yang dimanfaatkan Plépah yang tidak hanya menawarkan alternatif kemasan yang ramah lingkungan.

“Hampir 20 juta kemasan (makanan) per harinya di Jabodetabek itu terkonsumsi oleh kita-kita semua. Jadi sebetulnya tidak hanya berbicara mengenai cuan, tapi kita juga memberikan alternatif untuk dampak baiknya,” ucapnya.

Senada dengan Rengkuh, Deny mengungkapkan visi utama dari Arana Bike adalah me-redefine dan mengenalkan bahan alam sebagai material utama pada sebuah rangka sepeda.

“Rangka sepeda yang saat ini dikenal dari bahan besi, alloy dan bahkan mungkin titanium. Kami berusaha untuk mengenalkan salah satu material yang merupakan bahan alam juga dapat direkayasa menjadi suatu bentuk yang dapat digunakan secara fungsinya, salah satunya sebagai sebuah (rangka) sepeda,” ungkapnya.

Deny menuturkan dalam proses produksinya, Arana Bike senantiasa memastikan aspek dan dampak dari setiap kegiatan yang dilakukan terhadap lingkungan.

“Jadi mulai dari pemilihan bahan baku, bahan-bahan penunjang sampai proses produksi seoptimal mungkin mengurangi dampaknya terhadap lingkungan. Seperti dalam hal pengawetan bambu, kami memilih cairan asam dan garam untuk mengawetkan bambu sehingga dapat memberikan dampak yang lebih ramah kepada lingkungan,” tandasnya.

Nantikan sesi Ngobrolin Usaha selanjutnya dan jangan sampai ketinggalan rangkaian acara UMKM Expo(RT) BRILianpreneur 2022. Jangan lupa pula untuk menyaksikan virtual event yang diselenggarakan mulai dari tanggal 1-31 Desember 2022.

Kunjungi www.brilianpreneur.com untuk informasi lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!