Kiat Pemilik Brand Gaet Pembeli di Era Belanja Hybrid

Kiat Pemilik Brand Gaet Pembeli di Era Belanja Hybrid

tribunwarta.com – JAKARTA – Pasca pandemi, satu dari empat konsumen memilih belanja secara hybrid.

Hal ini, membuat brand-brand harus mulai menyesuaikan kembali bisnisnya untuk bisa memaksimalkan daya tarik penjualan.

Dalam Criteo’s APAC Shopper Story Survey 2022 melaporkan bahwa kini konsumen cenderung melakukan pembelian secara hybrid. Artinya, mereka masih mengandalkan situs ritel dan aplikasi seluler untuk melengkapi pengalaman berbelanja.

Sehingga, penting untuk pemilik brand memahami perilaku pembeli agar tetap kompetitif di pasaran.

Lantas, apa saja yang perlu dilakukan dalam mengintegrasikan pengalaman digital dan toko fisik? Simak ulasan Bisnis selengkapnya.

1. Meneliti strategi pemasaran

Langkah pertama yang perlu diambil sebuah brand adalah untuk menelaah kembali strategi Commerce Media. Hal ini mengacu pada pendekatan baru untuk periklanan digital yang menggabungkan data penjualan dan AI untuk menargetkan konsumen sepanjang perjalanan belanja mereka dan membantu para pemasar dan pemilik media mendorong hasil penjualan.

“Setelah mengidentifikasi demografi pembeli utama mereka, brand dapat memanfaatkan kampanye awareness, consideration, dan conversion selama momen-momen tertentu, untuk mendorong audiens dari satu tahap ke tahap selanjutnya dalam sebuah perjalanan konsumen,” jelas Mark Gubbels, Criteo’s Head of Commercial for Southeast Asia.

2. Pengalaman belanja hybrid yang mulus

Brand dapat memberi konsumen pengalaman berbelanja yang mulus dimana mampu menciptakan loyalitas dan kepercayaan dengan menyertakan layanan pelanggan yang inovatif dan praktis, dengan pengalaman belanja yang tersebar di berbagai titik kontak digital, fisik, dan mobile.

Berdasarkan data tahun lalu, disebutkan bahwa konsumen cenderung lebih memilih untuk berbelanja di toko fisik karena mereka menikmati pengalaman berbelanja secara langsung, karena dapat melihat kualitas barang secara sungguhan serta dapat melakukan pembelian di menit terakhir jika diperlukan. Namun, mereka akan melihat ulasan dan perbandingan di produk yang sama melalui internet.

“Oleh karena itu, sangat penting bahwa brand memiliki strategi omnichannel yang kuat untuk menjadi yang terdepan yang memudahkan penemuan barang dan pada akhirnya mendorong keterlibatan dan pembelian,” kata Sukesh Singh, Head of Large Customers, Southeast Asia dalam Media Briefing Criteo, Selasa (29/11/2022).

3. Menargetkan iklan dan konten yang tepat

Brand dapat memastikan jangkauan yang lebih luas dari konsumen baru dan yang sudah ada dengan mengoptimalkan data dan analitik di situs web dan aplikasi mereka, memungkinkan iklan ditargetkan yang selanjutnya memengaruhi konvergensi penjualan. Sehingga brand harus mempertimbangkan mitra iklan yang dapat membantu mereka menerapkan data pihak pertama untuk membangun kedekatan dengan pasar.

Hal tersebut memungkinkan bisnis menjadi lebih efektif dalam konversi penjualan dan dalam memelihara loyalitas brand. Kumpulan konten dan informasi ini membantu pelanggan menegaskan keputusan pembelian mereka dan memungkinkan pengalaman brand Anda yang lebih baik dan lebih konsisten, karena pelanggan kini melintasi berbagai saluran untuk mendapatkan beragam konten informasi, ulasan, dan pengalaman soal produk yang dipasarkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!