Kekhawatiran Badai Musim Dingin AS Buat Harga Minyak Dunia Naik Tipis

Kekhawatiran Badai Musim Dingin AS Buat Harga Minyak Dunia Naik Tipis

tribunwarta.com – – Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan pada perdagangan Selasa (20/12/2022) waktu setempat atau Rabu waktu Indonesia/WIB. Pergerakan harga minyak dunia dibayangi oleh memburuknya prospek badai musim dingin AS, sehingga masyarakat cenderung menunda perjalanan liburan.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah berjangka Brent ditutup naik 19 sen, atau 0,2 persen, menjadi 79,99 dollar AS per barrel sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup naik 90 sen menjadi 76,09 dollar AS per barrel.

Pergerakan harga minyak dunia juga didorong oleh pelemahan dollar AS dan rencana AS untuk mengisi kembali cadangan minyaknya. Kenaikan harga minyak masih tertekan oleh dampak meningkatnya kasus Covid-19 di China.

Di sisi lain nilai tukar dollar AS yang lebih lemah juga mendukung harga, dimana harga minyak mentah dunia akan lebih murah bagi pemegang mata uang selain dollar AS.

Wilayah Midwest dan Great Lakes diperkirakan akan mengalami badai salju besar mulai Kamis, sementara udara dingin yang bergerak ke timur diprediksi bisa menyebabkan pembekuan dan penurunan suhu yang sangat cepat.

“Badai dapat sangat memengaruhi perjalanan di musim liburan ini, dan banyak yang menunda waktu untuk berpergian,” kata John Kilduff, partner di Again Capital LLC di New York.

Harga minyak dunia juga masih dipengaruhi oleh rencana TC Energy Corp untuk kembali membuka pipa Keystone, setelah hampir dua minggu ditutup. Pipa Keystone merupakan pipa yang mengaliri 622.000 barrel per hari (bpd) minyak mentah AS.

“China telah melonggarkan pembatasan pandemi, di tengah lonjakan kasus Covid-19 yang berpotensi merusak prospek permintaan bahan bakar dan menambah ketidakpastian tentang pemulihan ekonomi negara tersebut,” kata analis CMC Markets Tina Teng.

Kota-kota di seluruh China telah berlomba untuk menambah tempat tidur rumah sakit dan membangun klinik pemeriksaan. Hal ini dilakukan karena kekhawatiran internasional meningkat atas keputusan Beijing untuk mengakhiri kebijakan zero Covid-19.

Washington berencana untuk membeli hingga 3 juta barrel minyak untuk Cadangan Minyak Strategis setelah rilis rekor tahun ini sebesar 180 juta barrel. Adapun stok minyak mentah AS diperkirakan turun minggu lalu sekitar 200.000 barrel sementara persediaan bensin dan sulingan diperkirakan lebih tinggi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!