Kata-kata Bijak Aung San Suu Kyi, Wanita Pejuang HAM Asal Myanmar

Kata-kata Bijak Aung San Suu Kyi, Wanita Pejuang HAM Asal Myanmar

tribunwarta.com – Dikenal dunia dengan perjuangan HAM, keadilan, dan demokrasi di Myanmar, simak kata-kata bijak Aung San Suu Kyi yang menginspirasi berikut.

Meski kaum hawa sering kali dipandang sebelah mata, Aung San Suu Kyi bahkan tidak peduli meski ia harus dipenjara demi memperjuangkan hak asasi manusia dan berdirinya keadilan serta demokrasi di negaranya, Myanmar.

Simak kata-kata bijak Aung San Suu Kyi dalam pembahasan berikut ini!

Rubrik Finansialku

Aung San Suu Kyi, Pejuang Hak Asasi Manusia Asal Myanmar

Aung San Suu Kyi adalah seorang politisi, penulis, dan diplomat terkenal asal Burma (Myanmar). Dia adalah pemimpin Liga Nasional Demokrasi (National League of Democracy) dan Penasihat Negara pertama, sebuah posisi yang setara dengan Perdana Menteri.

Aung San Suu Kyi adalah wanita pertama yang melayani negara sebagai Menteri Luar Negeri Myanmar, Menteri Kantor Presiden serta Menteri Tenaga Listrik dan Energi di kabinet Htin Kyaw.

[Baca Juga: Ketahui 5 Tantangan Seorang Pemimpin yang Akan Anda Hadapi dan Bagaimana Cara Menghadapinya]

Dia juga pernah bekerja dalam naungan PBB meski untuk waktu yang singkat sebelum dicalonkan sebagai Sekretaris Jenderal Liga Nasional Demokrasi (National League of Democracy).

Dalam memperjuangkan demokrasi dan perdamaian di negaranya, Aung San Suu Kyi sempat ditahan di bawah tahanan rumah oleh junta militer yang berkuasa selama hampir 15 tahun sejak 1989 hingga 2010, dan menjadi salah satu tahanan politik paling terkemuka di dunia.

Karena perjuangan Aung San Suu Kyi yang membuat mata dunia tertuju padanya, wanita hebat ini diberikan penghargaan dan penghormatan melalui Hadiah Nobel Perdamaian, Hadiah Rafto, Penghargaan Jawaharlal Nehru, Hadiah Sakharov, Orde Australia, Medali Emas Kongres AS dan Medali Kebebasan Presiden.

Kata-kata Bijak Aung San Suu Kyi

Banyak orang telah terinspirasi oleh keterlibatannya dalam perjuangan perdamaian di Myanmar. Simak kata-kata bijak Aung San Suu Kyi yang akan memberikan semangat dan motivasi berikut ini.

#1 The only real prison is fear, and the only real freedom is freedom from fear.

Satu-satunya penjara yang benar-benar ada adalah ketakutan dan satu-satunya kebebasan yang sesungguhnya adalah kebebasan dari ketakutan.

#2 One should mature over 20 years.

Seseorang harus semakin dewasa.

#3 I look forward to trying the Internet.

Saya mencoba untuk menggunakan layanan Internet.

#4 Regime is made up of people, so I do put faces to regimes and governments, so I feel that all human beings have the right to be given the benefit of the doubt, and they also have to be given the right to try to redeem themselves if they so wish.

Rezim dibuat oleh sekumpulan orang, dan saya memang mendukung rezim dan pemerintah, jadi saya merasa bahwa semua manusia memiliki hak untuk mendapat manfaat dari sebuah keraguan, dan mereka juga harus diberikan hak untuk mencoba membebaskan diri mereka sendiri jika mereka menginginkannya.

#5 A more significant phase should mean serious political dialogue.

Fase yang lebih signifikan seharusnya berupa dialog politik yang serius.

#6 Once serious political dialogue has begun, the international community can assume that we have achieved genuine progress along the road to real democratization.

Begitu dialog politik yang serius telah dimulai, masyarakat internasional dapat berasumsi bahwa kita telah mencapai kemajuan menuju demokratisasi yang sesungguhnya.

#7 I knew some of the army quite well.

Saya kenal beberapa tentara dengan cukup baik.

#8 In general people feel more relaxed about participating in politics. They aren’t frightened as they used to be.

Secara umum orang-orang mulai merasa lebih santai saat berpartisipasi dalam politik. Mereka tidak takut seperti dulu.

#9 It doesn’t seem right for anybody to get so much attention.

Tampaknya tidak tepat bagi siapa pun untuk mendapatkan begitu banyak perhatian.

[Baca Juga: Apakah Edukasi Keuangan di Tempat Kerja Dapat Meningkatkan Employee Engagement?]

#10 Of course I regret not having been able to spend time with my family.

Tentu saja saya menyesal tidak bisa menghabiskan waktu bersama keluarga saya.

#11 I think I was the healthiest prisoner of conscience in the world.

Saya pikir saya adalah tahanan hati nurani yang paling sehat di dunia.

#12 Human beings want to be free and however long they may agree to stay locked up, to stay oppressed, there will come a time when they say ‘That’s it.’ Suddenly they find themselves doing something that they never would have thought they would be doing, simply because of the human instinct that makes them turn their face towards freedom.

Manusia ingin bebas dan betapa pun lamanya mereka menyetujui untuk hidup terisolasi, untuk tetap tertindas, akan tiba saatnya ketika mereka mengatakan ‘Sudah cukup.’ Tiba-tiba mereka mendapati diri mereka melakukan sesuatu yang tidak pernah mereka kira akan mereka lakukan, hanya karena naluri manusia yang membuat mereka memalingkan wajah menuju kebebasan.

#13 By helping others, you will learn how to help yourselves.

Dengan membantu orang lain, Anda akan belajar bagaimana membantu diri Anda sendiri.

#14 Humor is one of the best ingredients of survival.

Humor adalah salah satu bahan terbaik untuk bertahan hidup.

#15 I do protect human rights, and I hope I shall always be looked up as a champion of human rights.

Saya memang melindungi hak asasi manusia, dan saya berharap saya akan selalu dipandang sebagai seorang pejuang hak asasi manusia.

[Baca Juga: Gaya Kepemimpinan Servant Leadership Ala Presiden Jokowi, Yang Harusnya Dimiliki Setiap Pemimpin Perusahaan]

Miliki panduan yang jelas dalam melakukan investasi dengan mendownload E-Book Gratis Panduan Berinvestasi bagi Pemula dari Finansialku berikut ini:

Panduan Berinvestasi Saham

Panduan Berinvestasi Emas

Panduan Berinvestasi Reksa Dana

Pisahkan laporan keuangan pribadi dan keuangan bisnis Anda dengan Aplikasi Jurnal Keuangan Pribadi & Bisnis dari Finansialku yang dapat memudahkan Anda dalam pencatatannya.

#16 I don’t want to see the military falling. I want to see the military rising to dignified heights of professionalism and true patriotism.

Saya tidak ingin melihat militer jatuh. Saya ingin melihat militer berkembang lebih profesional dan patriotik yang bermartabat.

#17 My attitude to peace is rather based on the Burmese definition of peace – it really means removing all the negative factors that destroy peace in this world. So peace does not mean just putting an end to violence or to war, but to all other factors that threaten peace, such as discrimination, such as inequality, poverty.

Sikap saya terhadap perdamaian didasarkan pada definisi perdamaian Burma – perdamaian itu artinya benar-benar menghilangkan semua faktor negatif yang menghancurkan perdamaian di dunia ini. Jadi perdamaian tidak hanya berarti mengakhiri kekerasan atau perang, tetapi untuk semua faktor lain yang mengancam perdamaian, seperti diskriminasi, ketimpangan dan kemiskinan.

#18 If you want to bring an end to long-standing conflict, you have to be prepared to compromise.

Jika Anda ingin mengakhiri konflik yang berkepanjangan, Anda harus siap berkompromi.

#19 If you choose to do something, then you shouldn’t say it’s a sacrifice, because nobody forced you to do it.

Jika Anda memilih untuk melakukan sesuatu, maka Anda tidak boleh mengatakan itu adalah pengorbanan, karena tidak ada yang memaksa Anda untuk melakukannya.

#20 Since we live in this world, we have to do our best for this world.

Karena kita hidup di dunia ini, kita harus melakukan yang terbaik untuk dunia ini.

[Baca Juga: Inilah 10 Ciri Kepemimpinan Visioner atau Visionary Leadership yang Harus Dimiliki Setiap Orang Hebat seperti Anda]

#21 Freedom and democracy are dreams you never give up.

Kebebasan dan demokrasi adalah impian yang Anda perjuangkan.

#22 If I advocate cautious optimism it is not because I do not have faith in the future but because I do not want to encourage blind faith.

Jika saya menganjurkan optimisme yang tetap waspada, itu bukan karena saya tidak memiliki iman di masa depan, tetapi karena saya tidak ingin mendorong iman yang buta.

#23 Fundamental violations of human rights always lead to people feeling less and less human.

Pelanggaran mendasar terhadap hak asasi manusia selalu menyebabkan orang merasa semakin tidak manusiawi.

#24 We want to empower our people; we want to strengthen them; we want to provide them with the kind of qualifications that will enable them to build up their own country themselves.

Kami ingin memberdayakan orang-orang kami; kami ingin memperkuat mereka; kami ingin memberi mereka jenis kualifikasi yang memungkinkan mereka membangun negara mereka sendiri.

#25 I wish people wouldn’t think of me as a saint – unless they agree with the definition of a saint that a saint’s a sinner who goes on trying.

Saya berharap orang tidak akan menganggap saya sebagai orang suci – kecuali mereka setuju dengan definisi bahwa orang suci adalah orang berdosa yang terus berusaha untuk menjadi orang suci.

#26 I’ve always been strongly on the side of non-violence.

Saya selalu berada dalam pihak anti kekerasan.

#27 The people have given me their support; they have given me their trust and confidence. My colleagues have suffered a lot in order to give me support. I do not look upon my life as a sacrifice at all.

Orang-orang telah memberi saya dukungan mereka; mereka telah memberi saya kepercayaan dan keyakinan diri mereka. Rekan-rekan saya telah banyak menderita untuk memberi saya dukungan. Saya sama sekali tidak memandang hidup saya sebagai pengorbanan.

#28 I only used a cell phone for the first time after I was released. I had difficulty coping with it because it seemed so small and insubstantial.

Saya hanya menggunakan ponsel untuk pertama kalinya setelah saya dibebaskan. Saya mengalami kesulitan untuk menggunakannya karena sepertinya ponsel itu sangat kecil dan tidak penting.

[Baca Juga: Para Manajer! Ketahui Cara Mengawasi dan Mengontrol Psikologi Kepribadian Karyawan]

#29 The best way to help Burma is to empower the people of Burma, to help us have enough self-confidence to obtain what we want for ourselves.

Cara terbaik untuk membantu Burma adalah dengan memberdayakan rakyat Burma, untuk membantu kami memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk mendapatkan apa yang kami inginkan untuk diri kami sendiri.

#30 There is a time to be quiet and a time to talk.

Ada waktu untuk diam dan ada waktu untuk berbicara.

#31 I don’t think of myself as unbreakable. Perhaps I’m just rather flexible and adaptable.

Saya tidak menganggap diri saya tidak bisa dikalahkan. Mungkin karena saya fleksibel dan mudah beradaptasi.

#32 I do not hold to non-violence for moral reasons, but for political and practical reasons.

Saya tidak berpegang pada non-kekerasan karena alasan moral, tetapi karena alasan politik dan praktis.

#33 For me, ‘revolution’ simply means radical change.

Bagi saya, ‘revolusi’ berarti perubahan radikal.

#34 Even one voice can be heard loudly all over the world in this day and age.

Bahkan satu suara dapat didengar dengan keras oleh seluruh dunia pada masa kini.

#35 Human beings the world over need freedom and security that they may be able to realize their full potential.

Manusia di seluruh dunia membutuhkan kebebasan dan keamanan agar mereka dapat mewujudkan potensi penuh mereka.

36 My opinion is the greatest reward that any government could get is the approval of the people. If the people are happy and the people are at peace and the government has done something for them, that’s the greatest reward I think any government could hope for.

Menurut saya, hadiah terbesar yang bisa didapat pemerintah mana pun adalah persetujuan dari rakyat. Jika orang-orang bahagia dan orang-orang merasakan kedamaian dan pemerintah telah melakukan sesuatu untuk mereka, itu adalah hadiah terbesar yang saya pikir bisa diharapkan oleh pemerintah mana pun.

[Baca Juga: Kata-kata bijak Vladimir Putin, Presiden Rusia yang Menjadi Pengaruh Besar Bagi Dunia]

#37 We always think that everybody can do a little bit more, if not a lot more.

Kami selalu berpikir bahwa setiap orang dapat melakukan sedikit jika mereka tidak dapat melakukannya lebih besar dari itu.

#38 Sanctions are not really an economic weapon.

Sanksi sebenarnya bukan senjata ekonomi.

#39 The struggle for democracy and human rights in Burma is a struggle for life and dignity. It is a struggle that encompasses our political, social and economic aspirations.

Perjuangan untuk menempuh demokrasi dan hak asasi manusia di Burma adalah perjuangan untuk hidup dan martabat. Ini adalah perjuangan yang mencakup aspirasi politik, sosial dan ekonomi kita.

#40 It is often in the name of cultural integrity as well as social stability and national security that democratic reforms based on human rights are resisted by authoritarian governments.

Seringkali, atas nama integritas budaya serta stabilitas sosial dan keamanan nasional, reformasi demokrasi berdasarkan hak asasi manusia ditentang oleh pemerintah otoriter.

Terinspirasi dengan kata-kata bijak Aung San Suu Kyi? Jadilah lingkungan yang positif bagi teman-teman Anda dengan membagikan artikel inspiratif ini pada rekan-rekan Anda supaya bisa menginspirasi mereka juga.

Anda memiliki kesulitan dalam perencanaan keuangan? Hubungi Konsultan Perencana Keuangan Finansialku yang siap membantu Anda, atau Anda bisa menuliskan pertanyaan Anda di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih!

Sumber Referensi:

    The Famous People. 147 Aung San Suu Kyi Quotes That Empower You.thefamouspeople.com – https://bit.ly/2Zr9tbb

Sumber Gambar:

    Aung San Suu Kyi 01 – http://bit.ly/2kY11gA

    Aung San Suu Kyi 02 – http://bit.ly/2m1mJAD

    Aung San Suu Kyi 03 – http://bit.ly/2m7mfsM

    Aung San Suu Kyi 04 – http://bit.ly/2m93Prf

    Aung San Suu Kyi 05 – http://bit.ly/2kOTJvJ

    Aung San Suu Kyi 06 – http://bit.ly/2m528LB

    Aung San Suu Kyi 07 – http://bit.ly/2mnaEFQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!