Jreng! Rupiah Berpotensi Tutup Tahun di Kisaran Rp16.000/US$

Jreng! Rupiah Berpotensi Tutup Tahun di Kisaran Rp16.000/US$

tribunwarta.com – Rupiah diperkirakan akan menutup tahun ini di kisaran Rp 15.500 – Rp 16.000 per dolar AS. Hal ini sejalan dengan agresifitas kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan Federal Reserve.

Perkiraan ini dipaparkan oleh Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. David E. Sumual saat dihubungi CNBC Indonesia pada hari ini, Selasa (29/11/2022). Menurutnya, nilai tukar rupiah masih undervalued dan dia menilai sulit untuk mengharapkan penguatan rupiah dalam sisa tahun ini.

“Memang agak susah rupiah menguat secara fundamental karena tekanan kebijakan moneter the Fed,” ujar David.

Selain tekanan the Fed, dia melihat permintaan dolar AS masih besar di akhir tahun ini. Tingginya permintaan ini dipicu oleh kenaikan impor barang konsumsi dan kebutuhan dolar dari masyarakat yang berwisata ke luar negeri di akhir tahun.

Namun, dia mengingatkan bahwa secara volatilitas, nilai tukar rupiah termasuk yang paling rendah dibandingkan emerging market atau negara berkembang lainnya.

“Jangan dilihat levelnya, Rp16.000 itu 1% atau 2% (dari level saat ini, Rp 15.700). Paling penting bagi pengusaha itu volatilitasnya,” paparnya.

Adapun, Treasury Sales Department Head Bank Mega, Mochammad Hasmi melihat pelemahan Rupiah tidak lepas dari dampak kebijakan The Fed sehingga berpeluang ke level Rp 15.800 per dolar AS, namun belum akan ke Rp 16.000 per dolar AS.

Kondisi ini, menurutnya, dipengaruhi oleh kebijakan the Fed yang tidak akan seagresif sebelumnya dan penurunan inflasi di AS.

“Jadi chance-nya ada gak sih untuk kembali melemah? Saya melihat Rp 15.800 itu level resistance-nya,” ungkapnya dalam Profit, CNBC Indonesia, Selasa (29/11/2022).

Namun melihat kondisi ekonomi Indonesia saat ini, dia menilai level pelemahan Rp 15.700 per dolar AS ini termasuk tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!