Jelang Natal, Kheni Juraida Perajin Buket Natal Asal Blitar Banjir Pesanan

Jelang Natal, Kheni Juraida Perajin Buket Natal Asal Blitar Banjir Pesanan

tribunwarta.com – BLITAR, Investor.id – Momentum hari besar keagamaan, seperti Natal, menjadi kesempatan bagi perajin buket untuk meraup cuan. Tak ketinggalan dengan perajin asal Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur ini, yang mendapatkan banyak pesanan dengan tema Natal.

Kheni Juraida (25), perajin buket asal Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, salah satunya. Ia kini sibuk menyelesaikan permintaan buket menjelang Natal 2022.

“Tiap menjelang Natal, pesanan buket selalu ramai. Sekarang sudah ada 20 pesanan yang masuk, lima di antaranya pesanan dari pelanggan di Kalimantan,” kata Kheni kepada wartawan, Sabtu (3/12/2022).

Kheni mengaku mulai menekuni usaha kerajinan buket ini sejak 2019. Saat itu, dirinya masih bekerja di sebuah kantor desa yang berada di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.

Awalnya, ia membuat buket untuk hadiah teman yang menikah. Hingga akhirnya, banyak teman tertarik dan memesan padanya.

Dirinya kemudian mulai fokus menekuni usahanya tersebut pada 2020. Saat itu, ia memutuskan keluar dari pekerjaan setelah melahirkan anak pertamanya.

Usahanya itu membuahkan hasil. Dari berbagai promosi baik lewat media sosial maupun dari teman ke teman, kerajinan yang dibuatnya semakin diminati.

Setiap hari, ia selalu mengerjakan permintaan pelanggan. Setidaknya, tiga buket dibuatnya setiap hari, namun saat ramai jumlah itu berlipat-lipat kali.

Kheni menyebut, buket buatannya itu dibuat berdasarkan pesanan. Ada yang saat Hari Guru, maupun menjelang Natal seperti sekarang ini. Selain itu, pesanan buket juga ramai untuk hadiah wisuda, ulang tahun, hingga pernikahan.

“Kalau ada momen tertentu, seperti Hari Guru pesanan buket ramai. Dalam sehari, saya bisa mengerjakan 15 sampai 20 pesanan,” kata dia.

Dia menambahkan, pesanan buket bukan hanya datang dari Blitar, melainkan hingga ke luar kota, seperti Bandung hingga Kalimantan. Bahkan, mereka ada yang sudah langganan.

Untuk membuat buket itu, Kheni mengatakan tidak sulit. Yang pertama disiapkan hiasan seperti boneka santa, pohon cemara, lonceng, dan salju imitasi.

Kemudian hiasan lainnya seperti kertas selofan dan styrofoam juga disiapkan. Untuk Kertas selofan digunakan sebagai latar belakang guna merangkai bermacam bahan model. Setelah semua bahan lengkap, kertas dirangkai ditumpuk menjadi bentuk menarik direkatkan dengan perekat atau solasi.

Setelahnya, baru diatur segala pernak pernik untuk Natal direkatkan sehingga tidak mudah goyang.

Selain itu, ada juga yang minta tambahan misalnya cokelat di hiasannya, dan ia membuatnya. Harga buket Natal, kata Kheni dijual mulai Rp 50.000, tergantung pemesan dan barang yang diinginkan.

Untuk omzet, anggota Persatuan Istri Tentara (Persit) itu mengatakan juga terus ada kenaikan. Jika di hari biasa, omzet yang didapatnya antara Rp2 juta hingga Rp3 juta, tapi menjelang hari besar keagamaan seperti Natal naik berkali-kali lipat.

“Kalau untuk momen-momen tertentu seperti Natal, pesanan bisa naik berlipat kali dari hari biasanya. Omzetnya bisa sampai Rp 15 juta,” katanya.

Pelanggan Kheni bukan hanya dari Blitar, melainkan hingga luar daerah bahkan hingga Kalimantan. Ia bersyukur usahanya itu kini semakin dikenal. Ia pun juga semakin rajin promosi, dan berharap ke depan bisa membuka peluang kerja bagi yang lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!