Harga Emas Antam Kembali Menanjak Imbas Lesunya Dolar AS

Harga Emas Antam Kembali Menanjak Imbas Lesunya Dolar AS

tribunwarta.com – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp 5.000 pada perdagangan Selasa (18/10). Selain itu, harga emas di pasar spot juga masih bergerak konsolidasi karena sentimen The Fed yang diproyeksikan masih agresif menaikkan suku bunga acuan pada November ini.

Melansir situs Logam Mulia, harga emas Antam per gramnya naik Rp 5.000 di level Rp 940.000. Sedangkan, harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga terkerek Rp 5.000 menjadi Rp 822.000 per gram.

Harga emas di pasar spot pagi ini terpantau naik 0,9% pada US$ 1.656,25 per troi ons, setelah menguat lebih dari 1% di awal sesi. Sedangkan, emas berjangka AS menetap 0,9% lebih tinggi pada US$ 1.664 per troi ons.

Sebagaimana diketahui, aset save hafen ini kembali naik setelah mata uang dolar melemah di tengah menguatnya mata uang poundsterling. Adapun, indeks dolar Senin kemarin melemah sebesar 1,13% ke level 112.032 poin.

“Dolar secara signifikan lebih rendah, imbal hasil juga lebih rendah,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, dikutip dari Reuters, Selasa (18/10).

BACA JUGA

Harga Emas Antam Bergerak Stagnan di Level Rp 935.000 per Gram

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, harga emas spot terlihat masih melakukan konsolidasi. Menurutnya, rebound kemarin belum mampu mendorong harga emas dalam tren penguatan.

“Harga emas masih berpeluang mengalami tekanan karena sentimen the Fed,” katanya kepada Katadata.co.id, Selasa (18/10). Di sisi lain, katanya, kekhawatiran resesi global menjaga harga emas bergerak di atas level support.

Lebih lanjut, Ariston mengatakan, malam ini Amerika Serikat akan merilis data produksi industri bulan September. Ia memperkirakan, data tersebut bisa menjadi penggerak harga emas spot.

Di sisi lain, kekhawatiran pasar terhadap potensi resesi global bisa menahan pelemahan harga emas. Hal ini memungkinkan bisa mendorong aset logam kuning kembali rebound bila kekhawatiran ini membesar di pasar.

“Sebab data tersebut menunjukkan ekonomi Amerika Serikat (AS) mengalami pelambatan sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang agresif akan menurun dan sebaliknya,” ungkapnya.

Ariston memperkirakan bahwa potensi tekanan harga emas ke arah US$ 1.640 per troi ons, dengan potensi resisten di kisaran US$ 1.670 per troi ons. Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya pada Selasa (18/10):

Harga emas 0,5 gram: Rp 517.500
Harga emas 1 gram: Rp 935.000
Harga emas 5 gram: Rp 4.450.000
Harga emas 10 gram: Rp 8.845.000
Harga emas 25 gram: Rp 21.987.000
Harga emas 50 gram: Rp 43.895.000
Harga emas 100 gram: Rp 87.712.000.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!