Hadapi Potensi Resesi 2023, Zurich Yakin Industri Asuransi Tetap Tumbuh

Hadapi Potensi Resesi 2023, Zurich Yakin Industri Asuransi Tetap Tumbuh

tribunwarta.com – PT Asuransi Zurich Indonesia Tbk (ZAI) optimistis tahun depan industri asuransi masih akan bertumbuh di tengah potensi resesi global yang mungkin akan memperlambat laju ekonomi.

Presiden Director Asuransi Zurich Indonesia Edhi Tjahja Negara mengatakan, pemerintah telah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan berada di angka 5 persen.

Sejalan, industri asuransi yakin masih akan tumbuh selaras karena aktivitas dalam negeri saat ini sudah kembali normal.

“Potensi resesi yang akan terjadi pada tahun depan itu dampaknya tidak akan terlalu signifikan ke Indonesia, pasalnya sentimen ini akan lebih berdampak kepada negara-negara yang memang memiliki ekspor besar. Sementara ekspor Indonesia itu tidak terlalu besar dan kebanyakan ekspor energi dan sejenisnya, ekspor ini pun masih bagus,” ujar dia dalam diskusi terbatas dengan media, Rabu (30/11/2022).

Selain itu, pertumbuhan industri asuransi juga mendapat dukungan dari berbagai sektor teknologi. Sebut saja, pertumbuhan ecommerce bakal jadi satu katalis positif untuk asuransi dapat masuk ke segmen pasar yang lebih luas.

Edhi sendiri menargetkan, perusahaan dapat mencetak profitabilitas lebih dari 10 persen tahun depan.

Senada, CEO Asia Pacific & Member of Group Executive Comittee Zurich Insurance Group Tulsi Naidu memaparkan, Indonesia merupakan salah satu pasar yang besar bagi Zurich Group.

Dalam 5 tahun ke belakangan, pertumbuhan pasar di Indonesia cukup besar dan memiliki posisi yang kuat di Asia Pasifik.

“Secara jangka panjang, pertumbuhan pasar di Indonesia masih sangat kuat. Indonesia punya profil yang sangat bagus di industri asuransi,” terang Tulsi.

Apalagi, Tulsi menyebut, pandemi Covid-19 membuat masyarakat lebih memperhatikan perlindungan kesehatannya.

“Saya pikir pandemi membuat masyarakat jadi fokus pada perlindungan mereka, tapi industri asuransi masih bertumpu pada pertemuan tatap muka, jadi perlu digitalisasi ke depan,” jelas dia.

Sementara, Presiden Direktur Zurich Syariah Hilman Simanjuntak menjelaskan, potensi resesi dapat menyebabkan masyarakat mengurangi daa belinya. Pun, hal ini tidak menutup kemungkinan masih akan ada pertumbuhan yang terjadi.

Hilman optimistis, bisnis syariah Zurich masih akan tumbuh dengan melihat prospek jangka panjang.

Ia menyoroti besarnya potensi pasar sektor syariah di Indonesia. Meskipun demikian, ia sadar, asuransi umum syariah dibandingkan dengan asuransi konvensional secara perbandingan masih sangat kecil.

“Jadi yang kami lakukan adalah menangkap peluangnya. Potensinya masih besar sekali. Kami fokus untuk menumbuhkan market syariah,” ujar dia.

Sebagai informasi, Zurich Syariah pada tahun pertama setelah spin off telah berhasil meningkatkan kontribusi asuransi syariah atau premi sebesar 45 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!