Ciptakan Rencana Strategi Komunikasi yang Efektif Sekarang Juga!

Ciptakan Rencana Strategi Komunikasi yang Efektif Sekarang Juga!

tribunwarta.com – Strategi komunikasi penting untuk menjaga keberlangsungan organisasi atau bisnis. Lalu, bagaimana cara menerapkan komunikasi yang efektif?

Cari tahu jawabannya melalui pembahasan artikel Finansialku berikut ini! Selamat membaca!

Rubrik Finansialku

Membangun Rencana Strategi Komunikasi yang Efektif

Komunikasi pada intinya adalah alat yang ampuh dan kita perlu tahu bagaimana cara menggunakannya.

Dalam sebuah bisnis, yang pertama-tama menjadi pertanyaan adalah bagaimana memulainya kemudian bagaimana cara melanjutkan dan apa yang diharapkan dari memulai rencana strategi komunikasi yang efektif.

Mari kita memetakan rencana strategi komunikasi yang jelas, langkah demi langkah dan secara spesifik dan tertulis untuk pengembangan bisnis atau organisasi yang Anda pimpin.

Sebelum melanjutkan ke tahap yang lebih spesifik dari langkah-langkah memetakan rencana strategi komunikasi yang efektif, terlebih dahulu kita perlu memikirkan 2 pertanyaan di bawah ini:

“Mengapa Anda membangun rencana strategi komunikasi yang efektif untuk mengomunikasikan nilai, layanan, produk, misi, visi terdalam Anda kepada orang-orang dan pelanggan Anda? Mengapa strategi komunikasi itu sangat penting bagi Anda?”

[Baca Juga: Ilustrasi: Cerita Orang Sukses, Kaya dari Masalah Orang Lain dan Jadi Solusi untuk Orang Lain]

Investasi adalah salah satu kendaraan yang mampu membawa Anda pada kebebasan finansial, asalkan Anda tidak takut dengan risiko.

Minimalkan risiko dalam berinvestasi dengan belajar melalui Ebook gratis Panduan Berinvestasi bagi Pemula dari Finansialku yang dapat Anda unduh sebagai berikut:

Miliki Panduan Berinvestasi dari Finansialku dengan mendownload Ebook Gratis Panduan Berinvestasi bagi Pemula dari Finansialku berikut ini:

    Panduan Berinvestasi Saham

    Panduan Berinvestasi Emas

    Panduan Berinvestasi Reksa Dana

Selain itu, bangun budaya mencatat keuangan pribadi sejak dini dimulai dari Anda sendiri sebagai pemimpin Aplikasi Finansialku yang membantu Anda mencatat pengeluaran dan pemasukan setiap saat dengan mudah dan praktis melalui gadget pintar di tangan Anda.

Selain fitur pencatatan arus kas pribadi, Anda juga bisa merencanakan dana liburan dan membeli barang seperti membeli kendaraan pribadi dan membeli rumah melalui aplikasi cerdas ini.

Tak hanya itu, cek juga kesehatan finansial Anda dengan Financial Health Check-up dari Aplikasi Finansialku, lengkap bukan?

Tunggu apalagi, segera manfaatkan free-trial-nya dan nikmati setiap fitur pintar yang akan menemani langkah kaki Anda menuju kebebasan finansial dan kehidupan finansial yang lebih baik.

Anda bisa download Aplikasi Finansialku melalui Google Play Store atau lakukan registrasi terlebih dahulu melalui PC.

Jika Anda berminat untuk berlangganan, Anda disarankan untuk berlangganan selama 1 tahun.

Selain Anda bisa menghemat biaya registrasi, Anda juga akan mendapatkan keuntungan tambahan berupa kursus online gratis selama satu tahun bertajuk perencanaan keuangan pribadi, keluarga dan bisnis yang akan dipandu oleh Profesional Perencana Keuangan dari Finansialku.

Dapatkan potongan harga berlangganan hingga Rp50.000 dengan kode promo: POTONG50RIBU untuk menjadi member Premium.

Alasan Pentingnya Membangun Rencana Strategi Komunikasi

Untuk menjawab pertanyaan sebelumnya, simak 4 alasan utama dari pentingnya membangun rencana strategi komunikasi berikut ini:

#1 Agenda

Rencana strategi komunikasi membantu membangun agenda untuk sebuah organisasi – mengapa organisasi itu ada, siapa yang dilayaninya, bagaimana cara melayani, apa misi dan visinya, dan bagaimana ia berencana untuk berkembang.

Rencana strategi komunikasi adalah agenda karena ini menunjukkan kepada orang-orang di dalam organisasi tentang bagaimana mereka harus melaksanakan rencana, bagaimana mereka harus mencapainya dan ke mana target yang akan mereka capai.

Pelanggan juga akan mendapatkan pandangan yang jelas tentang apa yang dapat mereka harapkan dari organisasi dalam waktu dekat.

#2 Strategi

Strategi adalah seni memutuskan untuk beralih dari A ke B di mana ada risiko signifikan yang terlibat di dalamnya.

Dengan demikian, perencanaan masa depan tentang rencana strategi komunikasi akan selalu menjadi langkah bijaksana sebuah organisasi yang bertujuan untuk bertumbuh.

Tanpa perencanaan dan rencana strategi komunikasi yang tepat, organisasi tidak dapat melangkah jauh dalam menyalurkan informasi yang ingin mereka bawa kepada pelanggan.

#3 Pengingat

Membangun rencana strategi komunikasi akan memfasilitasi atribut signifikan yang akan mengingatkan pemangku kepentingan internal dan eksternal tentang apa yang akan mereka lakukan atau lakukan saat ini.

Rencana strategi komunikasi akan mengingatkan tentang program yang diusung kepada setiap individu yang terlibat dalam organisasi dan menyatukan mereka untuk tujuan bersama.

#4 Pengungkapan

Setiap bisnis bertanggung jawab atas tindakan mereka dan karena semuanya memengaruhi segalanya, setiap gerakan mereka memengaruhi masyarakat secara langsung atau tidak langsung.

Jadi, tujuan membangun strategi komunikasi yang baik bagi karyawan adalah untuk memberikan pengungkapan penuh tentang apa yang menjadi bisnis dan bagaimana rencana bisnis dapat menumbuhkan komunitas dan menjauhkan organisasi dari praktik yang tidak etis.

[Baca Juga: Kisah Sukses Michael Jordan, Pemain Basket Kawakan]

Itulah keempat alasan utama mengapa kita perlu membangun strategi komunikasi yang efektif untuk karyawan.

Rencana strategi komunikasi juga dapat memiliki tujuan yang semakin meluas seperti menjangkau pasar yang lebih besar, mencoba mengambil pasar yang lebih baik dalam memasarkan produk Anda dan memperluas cakrawala bisnis Anda.

Rencana Strategi Komunikasi yang Efektif

Apa pun alasan Anda atau bahkan jika Anda tidak memiliki alasan untuk membangun strategi komunikasi yang efektif bagi karyawan, sepertinya ulasan berikutnya perlu Anda pahami lebih dalam lagi untuk mengetahui bagaimana pentingnya rencana strategi komunikasi yang efektif sangat penting dalam membangun sebuah organisasi untuk mencapai target atau tujuan bersama.

#1 Mengartikulasikan Situasi Saat Ini

Tanpa mengetahui di mana Anda berdiri bagaimana Anda berharap untuk maju dan mencapai situasi tertentu dimana setiap langkah yang dilakukan akan selaras dengan visi Anda. Tentu saja itu tidak akan pernah terjadi, bukan?

Cara terbaik untuk mengetahui dimana posisi Anda berada saat ini adalah dengan melakukan Analisis SWOT.

Ambil selembar kertas dan jabarkan apa yang menjadi Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Tantangan/Ancaman bagi organisasi atau bisnis Anda.

Dalam menjabarkan SWOT ini, Anda bisa juga melibatkan orang-orang atau karyawan/anggota tim Anda.

Jika Anda memiliki pelanggan, Anda juga dapat melibatkan mereka karena pelanggan adalah subjek yang akan merasakan bagaimana layanan dari hasil bisnis Anda.

Semakin akurat Anda melakukan analisis ini, rencana strategi komunikasi Anda akan semakin bermanfaat.

Ketahuilah bahwa Anda dapat berkomunikasi dengan jelas hanya saat Anda mendapatkan informasi yang konkret dan jelas.

Oleh sebab itu, jangan lewatkan langkah penting ini saat memulai membuat rencana strategi komunikasi yang efektif.

#2 Atur Pertemuan Dengan Pemangku Kepentingan Utama

Setelah analisis SWOT Anda selesai, sekarang saatnya untuk membuat beberapa langkah perbaikan.

Dalam posisi ini, Anda sudah tahu kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman Anda.

Sekarang, libatkan semua pemangku kepentingan dalam organisasi atau bisnis Anda untuk membahas kesimpulan apa yang Anda capai yang ingin mereka tambahkan dalam daftar itu.

Jika mereka menambahkan beberapa masukan atau ada sedikit perbaikan, dengarkan dan catat dalam daftar tersebut.

Setelah selesai dengan input yang mereka berikan, sampaikan kembali melalui sebuah kesimpulan dan lakukan brainstorming.

Jika semua pemangku kepentingan utama sepakat untuk hal yang sama, rencanakan untuk melakukan pertemuan lagi dengan pembahasan untuk mengembangkan visi strategis.

Selalu ingat bahwa dalam organisasi, wajib untuk tidak hanya mengandalkan pemikiran dan pendapat kita sendiri, sebaliknya kita perlu untuk meminta orang-orang kunci lainnya membagikan pendapat dan pemikiran mereka juga.

[Baca Juga: 12 Cara Menghindari Stress akibat Masalah Keuangan bagi Anda yang Single Parents]

#3 Memetakan Masa Depan yang Ideal Untuk Organisasi

Setelah orang-orang kunci memberikan pendapat dan masukan mereka, saatnya untuk memetakan masa depan yang ideal bagi organisasi.

Untuk memulai prosesnya, tuliskan semua yang ingin dicapai oleh organisasi Anda.

Bayangkan Anda memiliki semua sumber daya, orang, uang, dan talenta untuk menciptakan masa depan yang baik. Kemudian tulis masa depan impian yang Anda lihat dalam pikiran (visi) Anda.

Jangan berpikir tentang ketidakmungkinan mencapai impian Anda.

Ini adalah langkah di mana Anda perlu berpikir di luar batas pikiran Anda saat ini jika Anda ingin memperluas bisnis Anda dan membuat pencapaian.

Tuliskan gambaran yang ada dalam pikiran Anda tentang masa depan organisasi atau bisnis Anda!

“Is it possible to see the future before it exists?” It’s possible to see the future before it exists. Because you can see it in your mind before it exists.” – Jim Rohn

Apakah mungkin untuk melihat masa depan sebelum ia ada? Melihat masa depan sebelum ia ada, itu sangat mungkin karena Anda dapat melihatnya dalam pikiran Anda.

#4 Kerucutkan Visi Sesuai Prioritas

Pada tahap ini, kita akan mengerucutkan visi Anda dan kita perlu realistis dalam hal ini.

Anda harus keluar dari kantor Anda (pergi ke lapangan) dan melakukan beberapa observasi dan uji tes lapangan.

Jika Anda berada di industri manufaktur dan Anda ingin setiap bagian dapat terintegrasi, pikirkan tentang sumber daya, dana yang diperlukan, dan orang-orang dengan kompetensi di dalamnya untuk melakukan pekerjaan itu.

Pikirkan kembali dengan melihat daftar SWOT yang telah dibuat sebelumnya.

Cara paling ideal untuk memprioritaskan visi adalah dengan membaginya menjadi empat bagian – kritis, non-kritis, pengambilan keputusan, penghapusan.

Masukkan semua visi Anda di empat bagian ini. Lihatlah umpan balik dari pelanggan, data analisis pasar dan hasil nilai tren pasar.

Kemudian minta pendapat dari pemangku kepentingan utama dan kemudian putuskan hal-hal apa yang perlu masuk ke fase kritis, yang harus masuk dalam keputusan dan non-kritis dan yang benar-benar dapat Anda hapus dari daftar visi.

[Baca Juga: TERBUKTI, 8 Cara Hidup Sukses di Usia Muda, Apakah Kamu Sudah Mulai Melakukannya?]

#5 Ubah Visi Menjadi Tujuan

Tahap berikutnya, Anda perlu duduk bersama orang-orang kunci di organisasi Anda.

Dalam pertemuan ini, Anda akan mempresentasikan divisi yang Anda buat dari visi Anda. Catat masukan yang berikan!

Apabila dari masukan tersebut ada hal-hal yang menurut pandangan Anda tidak sesuai, Anda dapat memaparkan kembali maksud Anda dengan setiap data yang telah Anda kumpulkan sebagai bukti yang kuat.

Setelah Anda yakin tentang visi dan prioritas visi yang telah dirumuskan bersama, saatnya untuk menetapkan tujuan.

Menetapkan tujuan berarti Anda harus mengubah visi besar Anda menjadi bagian-bagian yang dapat dicapai dalam 3-5 tahun ke depan atau kurang.

Jika Anda tidak memotongnya ke dalam beberapa bagian, eksekusi tidak akan terjadi dan Anda tidak akan dapat mengubah visi Anda menjadi kenyataan dalam waktu dekat.

#6 Tuliskan Langkah-langkah Tindakan yang Diperlukan Untuk Mencapai B Dari A

Setelah Anda menetapkan tujuan, saatnya kita bersiap-siap untuk pergi menuju tujuan kita. Imajinasi tanpa eksekusi adalah khayalan.

Jadi, penting untuk mencapai setiap tujuan dan memutuskan titik A sebagai posisi awal dan titik B sebagai tujuan yang ingin dicapai.

Kita tidak dapat mencapai B hingga kita mengambil beberapa langkah tindakan.

Saatnya menuliskan setiap langkah tindakan secara terperinci sehingga kita dapat memahami apa yang harus dilakukan dan bagaimana mencapai tujuan dengan cara yang sederhana.

Tuliskan tujuannya dan kemudian tulis langkah-langkahnya satu per satu, kemudian urutkan sesuai urutan kepentingannya.

Struktur sederhana ini akan membantu mengambil tindakan dan membuat eksekusi menjadi sempurna.

[Baca Juga: Bagaimana Cara Mengurus Keuangan Rumah Tangga dan Membuat Perencanaan Keuangan?]

#7 Temukan Celahnya & Buat Rencana Cadangan

Setelah menuliskan langkah-langkah tindakan konkret, kita perlu memiliki beberapa rencana darurat untuk menangani semua kebocoran dengan bijaksana.

Mengapa dikatakan darurat? Karena sewaktu-waktu akan terjadi kesalahan.

Anda mungkin menghadapi banyak sekali rintangan di sepanjang jalan yang memungkinkan Anda mengalami kegagalan.

Dan jika Anda tidak memiliki rencana darurat, Anda akan terjebak di dalamnya.

Sebelum masalah itu datang, Anda perlu mendeskripsikan dan mencari celah bagaimana dan seperti apa solusi yang dapat Anda lakukan sebagai rencana cadangan atau rencana darurat.

#8 Tetapkan Tenggat Waktu

Organisasi tidak dapat berkembang tanpa tenggat waktu.

Banyak orang menetapkan tujuan yang tidak realistis atau tenggat waktu yang tidak realistis.

Jadi, sudah waktunya untuk menetapkan tenggat waktu untuk setiap langkah tindakan yang telah Anda tetapkan sebelumnya.

Spesifik, realistis dan tambahkan sedikit tenggat waktu (setidaknya 20% dari waktu awal yang Anda pikir akan menyelesaikan tugas).

[Baca Juga: HR: Top 6 Permasalahan Keuangan Karyawan yang Perlu Diselesaikan dengan Program Kesejahteraan Karyawan]

#9 Delegasi Tugas Kepada Tiap Sumber Daya

Sekarang saatnya untuk mengaitkan antara sumber daya dan mencari tahu orang yang dapat melakukan tugas itu. Ini adalah bagian paling penting dalam membangun strategi komunikasi yang efektif untuk karyawan.

Cara Anda mendelegasikan tanggung jawab akan memandu bagaimana Anda mengimplementasikan rencana itu.

Kebanyakan orang berpikir bahwa strategi komunikasi adalah hal yang terpisah, sebaiknya, strategi komunikasi sangat selaras dengan misi, visi, tujuan, sasaran, dan implementasi organisasi.

Dalam proses pendelegasian, Anda perlu tahu cara berkomunikasi dengan bawahan Anda. Jadi, sambil mengaitkan tanggung jawab, pastikan mereka memiliki semua sumber daya yang tersedia untuk diimplementasikan.

Setelah semuanya selesai, minta orang-orang Anda untuk mulai bekerja sesuai dengan tenggat waktu.

Jika strategi komunikasi mengalami kesulitan untuk diimplementasikan kepada karyawan Anda, cari tahu alasannya. Apakah ini merupakan masalah dalam hal sumber daya/kemampuan/kejelasan/komunikasi?

Kemudian ambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengubahnya.

#10 Ambil Tindakan Korektif

Langkah ini memerlukan kerja sama dengan pihak supervisor.

Setiap karyawan perlu ruang yang lebih leluasa untuk bertemu dengan supervisor dan mendiskusikan setiap masalah yang mereka hadapi sekaligus memberikan masukan serta motivasi bagi karyawan yang kurang termotivasi dalam bekerja.

Hasil laporan tentang kinerja karyawan akan diberikan kepada manajer divisi yang bersangkutan dan berlanjut ke atasan yang lebih senior, demikian seterusnya sehingga ini akan menciptakan sistem umpan balik yang lebih efektif.

[Baca Juga: Mewaspadai 3 Masalah Psikologis yang Dapat Merusak Aktivitas Trading Anda dan Diri Anda]

Rencana strategi komunikasi harus dilakukan secara terintegrasi dan setiap bagian dapat bersinergi di dalamnya.

Tujuan dari komunikasi strategis terletak pada esensi untuk menetapkan tujuan organisasi dan mencapainya dengan tingkat keberhasilan yang optimal.

Dengan demikian, jika suatu organisasi dapat menerapkan setiap tahap di atas, maka tidak akan menjadi masalah untuk membangun strategi komunikasi yang efektif kepada karyawan di seluruh organisasi.

Mulai Sejak Saat Ini Juga

Komunikasi yang efektif memang sangat diperlukan dalam segala aspek. Begitu pula dalam perjalanan bisnis Anda.

Komunikasikan setiap hal dengan baik tanpa menunda atau pun memperbanyak hal yang sesungguhnya tidak perlu dibicarakan.

Bagaimana pengalaman Anda dalam membangun strategi komunikasi yang efektif di lingkungan kerja Anda? Tulis pengalaman Anda melalui kolom di bawah ini!

Bagikan setiap artikel Finansialku kepada rekan Anda yang membutuhkannya.

Sumber Referensi:

    Admin. Tips to Create Effective Communication Strategy Plan. Educba.com – https://bit.ly/2ZwidI4

Sumber Gambar:

    Komunikasi yang Efektif 1 – http://bit.ly/2lAxeKQ

    Komunikasi yang Efektif 2 – http://bit.ly/2lWM921

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!