Bapanas Ungkap Penyebab Harga Telur Ayam Naik Jelang Nataru

Bapanas Ungkap Penyebab Harga Telur Ayam Naik Jelang Nataru

tribunwarta.com – Badan Pangan Nasional ( Bapanas ) mengungkap penyebab harga telur ayam naik jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan akhir tahun 2022.

Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa menilai seharusnya harga telur ayam tidak mengalami kenaikan.

Namun karena adanya oknum distributor yang berusaha menguasai pasokan telur menyebabkan harga telur ayam naik di tingkat pedagang dan konsumen.

“Sebenarnya dia (harga telur) enggak naik, tapi karena penguasaan di tengah (distributor), nah ini yang harus kita benahi. Kami akan membenahi di tengah, sehingga benar-benar kami memiliki data di tengah,” ujarnya saat acara GNPIP Kalimantan, Senin (12/12/2022).

Pasalnya, dia mengungkapkan, selama ini Bapanas mengatur dengan cermat harga pembelian dan penjualan (HAP) telur ayam di tingkat produsen, pedagang, dan konsumen namun memang di tingkat distributor masih belum tertata dengan baik.

Oleh karena itu, Bapanas berupaya untuk memitigasi hal ini bersama pemerintah pusat agar harga telur ayam di tingkat distributor dapat dibenahi.

“Tatkala kita bisa menata di tengah ini dengan baik, saya rasa ini bisa kita lakukan pengendalian harga dengan wajar,” ucapnya.

Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 5 Tahun 2022, harga acuan pembelian di tingkat produsen (peternak layer) berada di kisaran Rp 22.000-24.000 per kilogram. Sedangkan harga acuan penjualan di tingkat konsumen Rp 27.000 per kilogram.

Namun, berdasarkan data Bapanas per 11 Desember 2022, rerata harga telur ayam di pasaran mencapai Rp 29.859 per kilogram di mana yang paling tinggi terjadi di Papua Barat mencapai Rp 37.230 per kilogram.

Dia bilang, Bapenas tidak melarang distributor untuk mendapatkan untung selama pengambilan keuntungan tersebut dilakukan dengan wajar agar tidak memberatkan konsumen.

“Kita tidak melarang untung, tidak melarangnya tapi yang wajar sehingga terasa bagi masyarakat harga itu juga wajar,” tukasnya.

Kendati demikian, Bapenas telah melakukan mobilisasi telur ayam dari daerah surplus ke daerah defisit untuk menstabilkan pasokan dan harga telur ayam ras sebanyak 56.250 kilogram pada operasi pasar di wilayah Jabodetabek dari lokasi asal Blitar, Jawa Timur, Padang, Sumatera Barat, dan Aceh.

Sebagai informasi, harga telur ayam naik menjadi salah satu dari empat komoditas yang diwaspadai akan mengalami kenaikan harga menjelang libur Natal dan akhir tahun 2022. Komoditas lainnya ialah beras, cabai, dan daging ayam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!