Astra Honda perkuat program bangun kewirausahaan bengkel alumni SMK

Astra Honda perkuat program bangun kewirausahaan bengkel alumni SMK

tribunwarta.com – Produsen sepeda motor PT Astra Honda Motor memperkuat program membangun kewirausahaan bengkel bagi anak muda, terutama pelajar dan alumni SMK, melalui Astra Honda Youthpreneurship Program (AHYPP).

“Program ini telah menghasilkan lebih dari 30 generasi muda alumni SMK binaan Yayasan AHM yang mandiri, membuka bengkel,” kata Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin, di Denpasar, Bali, Jumat.

Ia menjelaskan AHYPP merupakan program terobosan untuk membangun jiwa kewirausahaan anak muda sejak dini, sejak mereka menjadi pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Para pelajar di SMK binaan AHM, kata dia, selain mendapat pendidikan teknik, juga mendapat pendidikan bisnis dalam kurikulum Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM).

Melalui program Yayasan AHM yang dikembangkan sejak tahun 2017 itu, pihaknya memberi binaan dan bantuan modal bagi pelajar maupun alumni SMK yang mengembangkan wirausaha bengkel.

“Saat ini lebih dari 30 bengkel wirausaha muda binaan AHM ini terus dibina dan didampingi. Mereka tersebar di pembinaan dan pendampingan kepada lebih dari 30 di Aceh, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan Pulau Bali,” kata Muhibuddin.

Ia berharap program tersebut tidak hanya mampu mendukung layanan purnajual sepeda motor ke masyarakat, namun juga menyerap tenaga kerja dan menumbuhkan ekonomi sekitar.

Salah satu bengkel yang terbilang berhasil setelah jatuh bangun adalah bengkel Esta Garage milik Yoga Prasetyo, alumni SMM Muhammadiyah 2 Genteng, Banyuwangi, yang membangun bengkel sepeda motor di Canggu Bali, dengan omzet rata-rata Rp25 juta/bulan, dan mampu mempekerjakan tiga mekanik.

Manager CSR AHM Agus Subagja mengatakan selain Yoga, di Bali, ada satu alumni SMK lagi yang terbilang berhasil membuka bengkel dengan omzet Rp125 juta/bulan.

Pihaknya terus monitor bengkel binaan tersebut melalui platform digital berbasis web yaitu Digital Monitoring Mentoring & Evaluation System (DMMES) AHYPP yang juga dirancang membina cara mengelola administrasi bengkel, mulai dari pengelolaan keuangan, pengelolaan ketersediaan suku cadang, hingga pembuatan invoice untuk para pelanggannya.

“Saat ini ada sekitar 300 permohonan (untuk pembinaan), namun kapasitas kami hanya sekitar 20 orang (per tahun),” kata Agus. Ia pun berharap bisa menciptakan lebih banyak lagi wirausaha muda bengkel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!