Mengenal Apa Itu Bedah Saraf dan Biayanya di Rumah Sakit

Mengenal Apa Itu Bedah Saraf dan Biayanya di Rumah Sakit

Prosedur bedah saraf dilakukan saat sistem saraf seseorang mengalami gangguan. Sistem saraf sendiri merupakan jaringan kompleks yang membawa pesan dari otak dan saraf tulang belakang ke berbagai bagian tubuh ataupun sebaliknya.

Sistem organ ini memungkinkan tubuh untuk bergerak, berpikir, mengingat, berbicara, melihat, mendengar, dan merasakan rangsangan fisik, seperti sentuhan, suhu panas atau dingin, dan nyeri.

Saat mengalami sakit saraf, penderitanya bisa mengalami kesulitan bergerak, berbicara, menelan, bernapas, atau berpikir. Jika obat-obatan tidak mempan, di sinilah kamu harus melakukan bedah saraf.

Bedah saraf sendiri memiliki banyak jenisnya, mulai dari otak, saraf tulang belakang dan serabut saraf tepi yang menyebar ke seluruh bagian tubuh, seperti pada wajah, tangan, dan kaki. Tindakannya dilakukan dokter spesialis bedah saraf.

Sayangnya, di tengah tingginya kebutuhan bedah saraf, cabang ilmu kedokteran yang cukup spesifik ini memiliki jumlah dokter di Indonesia yang masih sedikit.

Apa itu bedah saraf?

Bedah saraf merupakan prosedur medis dalam menangani penyakit dan gangguan kesehatan saraf yang tidak sepenuhnya bisa diatasi dengan obat-obatan.

Bedah saraf dilakukan dokter spesialis yang secara khusus menangani gangguan pada sistem saraf.

Sistem saraf ini mencakup sistem saraf pusat (otak dan saraf tulang belakang) serta saraf tepi yang berada di seluruh bagian tubuh.

Bidang yang disebut neurosurgeon ini harus melakukan banyak prosedur, seperti pencegahan, diagnosis, pengobatan, operasi, dan rehabilitasi gangguan yang menyerang sistem saraf, yang meliputi otak, sumsum tulang belakang, dan saraf perifer.

Tak heran jika seorang dokter bedah saraf perlu memiliki gelar dokter umum dahulu.

Kemudian menyelesaikan pendidikan spesialisasi di bidang ilmu bedah saraf selama minimal 5 tahun.

Bidang bedah saraf ini menangani seluruh sifat penyakit yang terdiri dari:

  • Penyakit bawaan seperti hidrosefalus.
  • Neurologis traumatis yang merupakan trauma kepala atau tulang belakang yang dapat menyebabkan perdarahan dalam.
  • Penyakit karena infeksi, seperti meningitis dan mielomeningokel.
  • Penyakit degeneratif, seperti aneurisma dan parkinson lebih umum menyerang pasien yang lebih tua.

Jenis-jenis bedah saraf

Bedah saraf memiliki beberapa kelompok yang berbeda tindakannya. Kelompok ini terbagi berdasarkan teknik diagnosis atau teknik pengobatannya. Berikut ini jenis-jenis bedah saraf:

1. Bedah saraf pediatrik

Jenis bedah saraf pediatrik ini dikhususkan untuk menangani gangguan dan penyakit saraf pada bayi dan anak-anak.

Bedah saraf ini menangani berbagai kelainan, seperti kelainan bentuk kepala dan wajah, hidrosefalus, cacat tulang belakang, serta tumor di kepala atau tumor jaringan saraf.

2. Bedah saraf onkologi

Prosedur yang dilakukan bedah saraf ini menangani kanker otak dan saraf tulang belakang.

Dokter bedah saraf jenis ini akan menyarankan penanganan dengan metode kemoterapi, terapi radiasi, atau operasi pengangkatan tumor.

3. Bedah saraf fungsional

Prosedur bedah saraf yang menangani gangguan pada saraf yang mengatur gerakan (motorik) dan penerimaan rangsang (sensorik).

Dokter bedah saraf jenis ini harus dapat mendiagnosis dan mengobati epilepsi, gangguan koordinasi tubuh, dan cerebral palsy (lumpuh otak).

4. Bedah saraf vaskular

Prosedur bedah saraf yang dapat mendiagnosis dan mengobati masalah pada pembuluh darah di otak.

Beberapa penyakit saraf yang terjadi di tangan, seperti aneurisma otak, kelainan bentuk pembuluh darah di otak (malformasi arteri vena/AVM), fistula, dan stroke iskemik.

5. Bedah saraf trauma

Prosedur bedah saraf yang khusus menangani dan mengobati penyakit saraf pada otak dan tulang belakang akibat cedera.

6. Bedah tengkorak

Bedah saraf ini khusus menangani gangguan pada tengkorak, seperti tumor, infeksi, herniasi otak, atau pendarahan di dasar tengkorak.

7. Bedah tulang belakang

Terakhir bedah saraf tulang belakang. Bedah saraf jenis ini menangani pembedahan pada saraf tulang belakang, seperti saraf terjepit (HNP) atau tumor yang menekan saraf tulang belakang.

Biaya bedah saraf di Indonesia

Bicara mengenai biaya bedah saraf, rupanya biayanya sangatlah bervariasi. Ada berbagai faktor yang membuat biaya bedah saraf menjadi berbeda, seperti jenis prosedur yang dilakukan dan rumah sakit yang menyelenggarakannya.

Kerumitan teknologi dan metode yang digunakan juga akan memengaruhi tingginya biaya bedah saraf.

Artinya, semakin rumit teknologi dan tindakan yang dilakukan untuk bedah saraf, biaya operasi bedah saraf akan semakin mahal.

Sebagai gambaran, berikut ini biaya bedah saraf atau biaya dokter saraf di rumah sakit di Indonesia seperti yang dikutip dari Alodokter. Biayanya ini tentunya bisa berubah-ubah tergantung pada kebijakan rumah sakit, ya.

Rumah sakit Estimasi awal biaya bedah saraf
RS Mardi Rahayu Kudus Rp720.000
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin Rp4.687.000
RS Cibitung Medika Bekasi Rp5.193.000
RS EMC Sentul Bogor Rp8.100.000
Mitra Keluarga Bekasi Timur Rp10.000.000
Rumah Sakit Tk.II Pelamonia Makassar Rp15.372.000
Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta Rp27.680.000
Mitra Keluarga Cikarang Rp42.000.000
Mitra Keluarga Kemayoran Jakarta Rp87.200.000
RSU Bunda Jakarta Rp105.645.748

Rumah sakit di atas juga memiliki dokter bedah saraf terbaik, sehingga ketika kamu ingin melakukan pemeriksaan, kamu bisa datang ke rumah sakit yang sudah disebutkan di atas.

Apakah BPJS Kesehatan menanggung pengobatan bedah saraf?

Biaya beribat ke dokter spesialis saraf tidak murah. Untuk penyakit tertentu yang cukup sulit biayanya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Namun, kamu tak perlu khawatir karena BPJS Kesehatan akan menanggung biaya pengobatan bedah saraf kamu asalkan sesuai dengan ketentuan medis.

Kamu tinggal meminta surat rujukan pada Faskes pertama kemudian bisa langsung pergi ke rumah sakit atau Faskes tingkat dua untuk menjalani pengobatan.

Pentingnya manfaat asuransi untuk minimalkan biaya medis

Gambaran biaya bedah saraf tersebut tentu bikin geleng-geleng kepala, bukan?

Bedah saraf yang rumit memang mengharuskan kita mau tak mau mengeluarkan dana yang besar.

Untuk itu, sangat penting untuk selalu menjaga kesehatan dan menjaga pola hidup agar penyakit saraf bisa tidak menjadi parah.

Selain itu, penting juga untuk memiliki asuransi, baik itu asuransi kesehatan, asuransi jiwa, hingga asuransi penyakit kritis.

Apalagi jika kamu memiliki riwayat keluarga dengan penyakit gangguan saraf.

Hal ini melindungi keuanganan kamu agar terhindar dari risiko kerugian keuangan diakibatkan dari masalah kesehatan.

Asuransi kesehatan dapat melindungi kamu dari kekhawatiran akan mahalnya biaya perawatan sakit saraf yang tidak jarang membuat seseorang mengalami kesulitan keuangan.

Berikut ini daftar asuransi kesehatan terbaik di Lifepal.

Persiapan sebelum menjalani bedah saraf

Persiapan bedah saraf berbeda-beda tergantung dari jenis tindakan yang dilakukan. Berikut ini beberapa persiapan sebelum bedah saraf dilakukan.

1. Pemeriksaan CT Scan dan MRI

Sebelum bedah saraf dilakukan, umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan dengan metode pencitraan melalui CT scan dan MRI.

Pencitraan dapat memberikan informasi mengenai kondisi bagian dalam otak dan organ saraf lainnya secara visual terkait adanya jaringan abnormal, pengapuran, perdarahan, abses, kista, atau tumor.

2. Berhenti mengonsumsi obat-obatan tertentu

Jika prosedur bedah yang bersifat invasif, seperti kraniotomi, AWS, atau bedah saraf mikro, pasien akan diminta untuk menghentikan konsumsi obat-obatan pengencer darah, contohnya aspirin.

Hal ini bertujuan untuk meminimalkan kehilangan darah selama proses tindakan bedah saraf berlangsung.

Saat hendak menjalani bedah saraf invasif juga akan diberikan antibiotik sebelum menjalani operasi, guna mencegah infeksi pada lokasi bedah.

3. Pemilihan obat bius

Pemilihan obat bius (anestesi) yang akan digunakan selama operasi juga penting dilakukan agar prosedur bedah saraf bisa dilakukan secara maksimal.

Anestesi yang diberikan dapat berupa anestesi umum (bius total), regional, atau lokal.

Selain itu, anestesi juga perlu untuk meminimalkan komplikasi yang dapat muncul, serta menjaga kondisi pasien tetap stabil selama operasi.

4. Menjaga kesehatan

Sebelum operasi, kamu harus memastikan dalam kondisi siap. Kamu akan diminta untuk berhenti merokok selama beberapa hari sebelum pelaksanaan operasi.

Pasien yang akan menjalani kraniotomi atau AWS akan diminta untuk keramas menggunakan sampo antiseptik dan rambut kepala akan dicukur.

Hindari menggunakan kosmetik dan perhiasan sebelum menjalani operasi bedah saraf, terutama pada kepala.

Pasien harus melepas gigi palsu, lensa kontak, kacamata, rambut palsu (wig), dan kuku palsu sebelum menjalani bedah saraf.

Prosedur pelaksanaan bedah saraf

Setelah persiapan operasi matang, kamu akan bersiap menghadapi bedah saraf.

Ada beragam teknik dan metode bedah saraf untuk mengobati berbagai penyakit saraf. Adapun beberapa metode bedah saraf yang cukup sering dilakukan, yaitu:

1. Stereotactic radiosurgery (SRS)

Metode bedah saraf ini tidak membutuhkan teknik invasif melalui irisan kulit, tetapi menggunakan radiasi yang difokuskan pada titik-titik tertentu di bagian otak untuk menghancurkan sel-sel tumor yang terdapat pada otak.

Radiasi yang dipancarkan akan merusak DNA sel-sel tumor sehingga sel-sel tersebut akan mengalami kematian.

SRS dapat menggunakan radiasi dalam bentuk sinar Rontgen, gamma, ataupun tembakan proton.

2. Neuroendoskopi

Neuroendoskopi diterapkan untuk mendiagnosis adanya tumor secara visual dan mengambil sampel jaringan serta mengangkat tumor.

Metode bedah ini dilakukan tanpa harus membuka tulang tengkorak. Dokter akan memantau kondisi saraf secara visual dan dilakukan menggunakan endoskop yang dimasukkan lewat hidung atau mulut hingga mencapai bagian dalam tengkorak.

3. Kraniotomi (bedah otak)

Prosedur bedah ini diterapkan untuk mengangkat tumor, membuang abses otak, memperbaiki tulang tengkorak yang patah, dan membuang gumpalan darah.

Kraniotomi dilakukan dengan obat bius total sehingga pasien tidak sadar selama operasi.

Prosedur bedah ini dilakukan dengan cara membuka dan mengangkat sebagian kecil tulang tengkorak untuk melakukan tindakan medis pada otak.

4. Awake brain surgery (AWS)

Jika kraniotomi dilakukan dengan obat bius total, pasien yang menjalani prosedur AWS hanya diberikan obat bius lokal dan obat penenang.

Artinya, pasien harus tetap sadar selama prosedur bedah dilakukan agar dapat memberikan respons kepada dokter untuk memastikan bedah saraf dilakukan pada lokasi yang tepat.

AWS biasanya dilakukan untuk mengobati tumor otak atau kejang epilepsi, terutama jika bagian otak yang menyebabkan kejang terletak dekat pusat penglihatan, pergerakan anggota badan, dan pusat berbicara.

5. Microsurgery (bedah mikro)

Terakhir teknik bedah saraf yang menggunakan mikroskop untuk memperbaiki saraf tepi pada organ tubuh yang mengalami kerusakan.

Tujuan penggunaan mikroskop ini untuk memberikan gambaran visual saraf yang sangat halus dengan lebih teliti untuk membantu perbaikan saraf.

6. Pemasangan ventriculoperitoneal shunt

Prosedur ini dilakukan pada pasien hidrosefalus menggunakan saluran khusus yang dipasang melalui prosedur pembedahan untuk mengurangi penumpukan cairan otak pada penderita hidrosefalus.

Pemasangan VP shunt bertujuan untuk mengurangi tekanan pada otak akibat penumpukan cairan serebrospinal.

Risiko dan efek samping bedah saraf

Risiko dan efek samping bedah saraf berbeda tergantung teknik dan metode operasi yang dipilih. Umumnya pasien akan mengalami sakit kepala.

Namun, dokter akan memberikan obat untuk meringankan efek samping tersebut selama masa pemulihan.

Selain itu, ada beberapa kemungkinan risiko dan efek samping usai menjalani prosedur bedah saraf, seperti:

  • Sakit kepala.
  • Mual dan muntah.
  • Edema pada otak.
  • Kebocoran cairan serebrospinal.
  • Perdarahan.
  • Infeksi pada lokasi pembedahan.
  • Merasa lemas dan lelah, terutama beberapa hari setelah menjalani SRS.
  • Rambut rontok.
  • Pembengkakan di lokasi pengobatan tumor.
  • Kejang.
  • Gangguan gerakan dan keseimbangan tubuh.
  • Gangguan penglihatan.
  • Kejang.

Meski begitu sebaiknya kamu tak terlalu khawatir. Sebab dokter akan memberikan obat untuk meringankan efek samping tersebut selama masa pemulihan.

Tanya jawab seputar bedah saraf

Artikel ini bersumber dari lifepal.co.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *