Biaya Bedah Urologi Bisa Ditanggung Asuransi Kesehatan

Biaya Bedah Urologi Bisa Ditanggung Asuransi Kesehatan

Sebagian dari kamu tentu pernah mendengar mengenai operasi saluran kemih atau yang lebih dikenal dengan bedah urologi yang bisa dijalani laki-laki maupun perempuan. Lantas, berapa biaya bedah urologi?

Barang kali kamu juga tertarik mengetahui berapa biaya bedah urologi, angkanya bisa bervariasi setiap rumah sakit. Bahkan, ada yang bisa tembus Rp20 juta dalam sekali tindakan, lho!

Namun kamu tidak perlu panik dan khawatir karena pada dasarnya prosedur satu ini biayanya ditanggung oleh asuransi kesehatan. Yuk simak penjelasan tentang biaya operasi urologi dan berbagai hal tentang prosedur satu ini.

Estimasi biaya bedah urologi 

Biaya bedah urologi berbeda-beda untuk setiap rumah sakit atau dokter yang menangani. Namun daftar berikut ini diharapkan bisa membantumu memperkirakan biaya bedah urologi.

Biaya bedah urologi di Rumah Sakit

Berikut ini adalah biaya bedah urologi yang telah dikumpulkan oleh Lifepal dari berbagai sumber. Sebagai informasi, biaya ini belum termasuk biaya konsultasi atau biaya periksa dokter urologi.

Rumah Sakit Kota Biaya operasi urologi
RS EMC Sentul Bogor Bogor Mulai dari Rp2.255.000
Siloam Hospitals Asri Mampang Jakarta Mulai dari Rp5.618.000
RSU Bunda Jakarta Jakarta Mulai dari Rp21.886.000
RS Murni Teguh Sudirman Jakarta Mulai dari Rp3.478.750
RS Islam Karawang Karawang Mulai dari Rp1.129.000
RS Hermina Pandanaran Semarang Mulai dari Rp11.492.000
Rumah Sakit Baptis Batu Batu Mulai dari Rp2.960.000
RS Imelda Pekerja Indonesia Medan Mulai dari Rp9.224.000
RSU Bunda BMC Padang Padang Mulai dari Rp1.500.000
RS Murni Teguh Bali Bali Mulai dari Rp2.520.000
RS Ganesha Bali Mulai dari Rp3.969.922
Rumah Sakit Tk.II Pelamonia Makassar Makassar Mulai dari Rp1.202.400

Biaya konsultasi dokter spesialis urologi

Selain mengetahui biaya operasi urologi, tentu juga penting mengetahui biaya konsultasi atau biaya periksa dokter spesialis urologi. Berikut adalah estimasi biayanya:

Nama Dokter Kota Rumah Sakit Biaya Konsultasi
dr. Nouval Shahab, Sp.U, FICS, FACS, Ph.D Jakarta MRCCC Siloam Hospitals Semanggi Rp500.000
Rumah Sakit Premier Jatinegara Rp250.000
dr. Taufik Rakhman Taher, Sp.U Jakarta Siloam Hospitals Asri Rp265.000
Eka Hospital BSD Rp300.000
dr. Aga Parardya, Sp.U Tangerang RS EMC Alam Sutera Rp275.000
dr. Aditya Pramaviri, Sp.U Rp275.000
dr. Sigit Sholichin, Sp.U Jakarta Siloam Hospitals Asri Rp265.000
RSU Bunda Jakarta Rp350.000
dr. Bobby Hery Yudhanto, Sp.U Surabaya Rumah Sakit Manyar Medical Centre Rp185.000
Mitra Keluarga Kenjeran Rp215.000
Mitra Keluarga Waru Rp224.000
dr. Ariyo Sakso Bintoro, Sp.U Surabaya Mitra Keluarga Waru Rp224.000

Biaya USG urologi 

USG urologi adalah pemeriksaan untuk mengetahui organ sistem kemih. Biaya USG urologi berbeda atau di luar dari biaya konsultasi urologi dan biaya bedah urologi. 

Pada saat USG urologi, dokter akan melakukan anamnesis pasien dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan dipusatkan pada organ tersebut sehingga hasil pemeriksaan akan lebih spesifik.

Adapun biaya USG urologi di berbagai rumah sakit seperti yang dikutip dari Alodokter adalah sebagai berikut. 

Nama rumah sakit Biaya USG Urologi 
Rumah Sakit Siloam Bogor  Mulai dari Rp220 ribu
Rumah Sakit Siloam TB Simatupang  Mulai dari Rp214 ribu 
Rumah Sakit Mayapada Kuningan  Mulai dari Rp135 ribu 
Rumah Sakit EMC Tangerang  Mulai dari Rp425 ribu 
Rumah Sakit Brawijaya Raharjo Mulai dari Rp100 ribu

Umumnya, untuk pemeriksaan atau konsultasi penyakit dengan dokter spesialis urologi, siapkan dana sebesar Rp200 ribu sampai Rp600 ribu. Sedangkan untuk tindakan bedah, maka siapkan biaya sekitar Rp2 juta sampai Rp20 juta. 

Lebih aman jika kamu menggunakan asuransi kesehatan terbaik. Dengan asuransi, maka kamu bisa berobat di rumah sakit rekanan perusahaan asuransi yang kamu gunakan.

Kamu tak perlu memikirkan biaya pengobatan dan perawatan yang cukup menguras kantong.

Apa saja fokus dokter spesialis urologi?

Urologi merupakan salah satu spesialisasi keilmuan dalam dunia kedokteran. Fokusnya adalah, penanganan gangguan pada saluran kemih dan saluran reproduksi.

Tak hanya itu, urologi juga sebenarnya mencakup keluhan medis lain seperti kesuburan, kanker saluran kandung kemih, ginjal, dan sistem saraf yang terdapat pada kandung kemih atau saluran reproduksi.

Bidang urologi ini tidak hanya mencakup urusan gangguan saluran reproduksi dan kandung kemih pria atau wanita dewasa, tetapi juga termasuk masalah serupa yang dialami oleh anak-anak.

Secara rinci, berikut ini adalah keluhan kesehatan yang ditangani dalam bidang urologi:

  • Gangguan ginjal
  • Turunnya kandung kemih ke vagina (sistokel)
  • Pembesaran pembuluh darah di skrotum (varikokel)
  • Batu ginjal parah
  • Infeksi saluran kencing atau kandung kemih
  • Pembesaran kelenjar prostat
  • Peradangan kelenjar prostat (prostatitis)
  • Tidak mampu menahan air seni (inkontinensi urin)
  • Sindrom nyeri kandung kemih (kista interstitial)
  • Masalah kemandulan
  • Kandung kemih yang terlalu aktif
  • Disfungsi ereksi
  • Kanker kandung kemih, ginjal, testis, kelenjar prostat dan adrenal, dan penis
  • Dokter urologi juga berperan memeriksa masalah atau gangguan pada anak-anak meliputi gangguan pada struktur saluran kandung kemih, perilaku suka ngompol (bed-wetting), dan buah zakar yang tidak turun ke kantungnya (kriptorkidisme).

Nah, pada anak-anak, dokter spesialis urologi juga menangani masalah atau gangguan yang dialami anak-anak seperti gangguan pada struktur saluran kandung kemih, perilaku suka ngompol (bed-wetting), dan buah zakar yang tidak turun ke kantungnya (kriptorkidisme).

Bedah urologi

Dalam kondisi medis yang cukup parah, maka dokter harus melakukan pembedahan atau operasi. Hal ini tentu dilakukan untuk menunjang kesembuhan pasien.

Mengenai seberapa urgen tindakan bedah dilakukan, tergantung dari diagnosis dokter spesialis urologi.

Tapi yang perlu kamu ingat, tindakan bedah dilakukan agar pasien sembuh. Bila memang disarankan untuk melakukan operasi atau tindakan bedah, pasien dan keluarganya bisa kok diskusi dulu dengan dokter yang menangani. 

Nah, beberapa jenis tindakan bedah bisa dilakukan oleh dokter spesialis urologi, di antaranya:

  • Transplantasi ginjal
  • Pengangkatan kelenjar prostat (prostatektomi)
  • Pengangkatan jaringan berlebih dari prostat yang membesar
  • Pemotongan dan pengikatan saluran sperma (vasektomi)
  • Pengeluaran batu ginjal (ureteroscopy)
  • Penghancuran batu ginjal (extracorporeal shock-wave lithotripsy)
  • Perbaikan kerusakan pada saluran kandung kemih atau reproduksi akibat cedera ataupun bentuk yang abnormal
  • Biopsi pada ginjal, prostat, atau kandung kemih
  • Pengangkatan kandung kemih (kistektomi)
  • Mengeluarkan benda-benda yang menyumbat saluran kandung kemih atau reproduksi
  • Pemasangan jala untuk menyokong saluran kandung kemih.

Prosedur bedah urologi

Bila memang kondisi medisnya cukup parah, maka dokter akan menyarankan tindakan pembedahan. Tapi, jangan khawatir, sebelum diambil keputusan, maka pasien akan diajak diskusi. Ada sesi yang bernama konsultasi bedah urologi. 

Sesi konsultasi ini dilakukan untuk menentukan apakah operasi adalah jalan terbaik untuk menyembuhkan pasien, atau masih ada opsi lain. Dalam konsultasi, dokter juga akan secara terbuka menyampaikan plus-minus dari tindakan bedah urologi yang akan dijalani. 

Tapi jika memang tindakan bedah urologi disimpulkan sebagai opsi paling akhir, maka kamu perlu tahu beberapa tindakan bedah yang mungkin dialami oleh pasien dengan keluhan di bidang urologi.

  1. Sistoskopi, berupa tindakan dengan cara meneropong kandung kemih. Langkah ini dilakukan sebagai sarana diagnostik pasien. Bisa juga dilakukan tindakan lain, seperti pemasangan selang kateter (stent) ureter atau double J stent juga dapat dilakukan dengan prosedur ini.
  2. Operasi kelenjar prostat dengan metode TURP (Transurethral Resection of The Prostate). TURP ini adalah metode pembedahan endoskopik untuk pembesaran prostat. Tujuannya, demi mengurangi perdarahan, memperpendek masa rawat inap, dan mengurangi risiko komplikasi. TURP merupakan standar emas terapi bedah untuk pembesaran prostat jinak.
  3. Operasi Tumor Kandung Kemih dengan metode TURB (Transurethral Resection of The Bladder) yaitu pembedahan endoskopik untuk tatalaksana terhadap tumor kandung kemih (buli-buli).
  4. Lithotripsy untuk batu kandung kemih tanpa pembedahan terbuka. Lithotripsy sendiri adalah prosedur medis yang melibatkan penghancuran fisik massa yang mengeras seperti batu ginjal, bezoar atau batu empedu. Istilah ini berasal dari kata Yunani yang berarti “memecahkan batu”.
  5. URS (Uretero Reno Scopy), yakni tindakan meneropong ureter menggunakan alat ureterorenoskop rigid atau fleksibel sebagai sarana diagnostik serta terapi untuk batu ureter, stenosis/penyempitan ureter dan tumor di ureter (saluran antara ginjal dan kandung kemih.
  6. Uretroskopi-Sachse yaitu tindakan meneropong uretra untuk mengobati penyempitan saluran kemih bawah (striktur urethra) atau sumbatan di uretra.
  7. Nefroskopi merupakan tindakan untuk meneropong ginjal untuk mengobati batu dan tumor ginjal.

Bagaimana proses bedah urologi dilakukan?

Proses bedah urologi sendiri tidak dilakukan secara singkat. Perlu beberapa tahapan, termasuk tahapan konsultasi seperti yang dilakukan di atas. 

Dalam menentukan diagnosis pun, dokter spesialis urologi akan menanyakan keluhan utama atau gejala penyakit yang dialami si pasien. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik terhadap pasien. 

Setelahnya, dokter urologi dapat menyarankanmu melakukan beberapa tes untuk menentukan diagnosis yang tepat, di antaranya:

  1. Tes pencitraan, seperti Rontgen, urografi, CT scan, MRI, atau USG, untuk memeriksa saluran kemih.
  2. Sistoskopi atau prosedur memakai alat pemeriksaan khusus (sistokop), untuk melihat saluran dan kandung.
  3. Pemeriksaan laboratorium, yang terdiri dari tes darah lengkap dan tes urine untuk mencari bakteri yang menyebabkan infeksi atau melihat adanya zat abnormal pada urine.
  4. Tes urodinamik, untuk mengukur tekanan dan volume kandung kemih kamu.
  5. Tes residu urine setelah buang air kecil, untuk mengetahui seberapa cepat urine keluar dari tubuh saat buang air kecil. Tes ini juga berfungsi menunjukkan volume urine yang tersisa di dalam kandung kemih setelah buang air kecil.

Setelah menegakkan diagnosis, dokter urologi dapat meresepkan obat-obatan dan suplemen untuk mendukung pengobatan. Barulah pada kondisi medis tertentu dan keparahan tertentu, dokter spesialis urologi akan menyarankan pasien menjalani tindakan bedah. 

Beberapa jenis tindakan bedah yang bisa dilakukan, antara lain:

  1. Sistektomi, yaitu operasi pengangkatan kandung kemih, biasanya untuk mengobati kanker kandung kemih.
  2. Pungsi kandung kemih, untuk mengeluarkan urine atau memasang kateter khusus.
  3. Prostatektomi atau operasi prostat, yaitu pengangkatan seluruh atau sebagian kelenjar prostat untuk mengobati gangguan.
  4. Reseksi prostat transuretral (TURP) dan transurethral needle ablation (TUNA). Operasi tersebut berbeda namun memiliki fungsi yang sama, untuk pengeluaran jaringan berlebih dari prostat yang membesar.
  5. Transplantasi ginjal, yaitu menggantikan ginjal yang rusak dengan ginjal sehat.
  6. Extracorporeal shock-wave lithotripsy (ESWL) atau gelombang kejut, untuk memecahkan batu ginjal sehingga lebih mudah dikeluarkan.
  7. Ureteroskopi, yaitu operasi menggunakan alat khusus untuk mengangkat batu di ginjal dan ureter (saluran urine dari ginjal ke kandung kemih).
  8. Biopsi pada kandung kemih, ginjal, atau prostat.
  9. Prosedur membuka sumbatan pada sistem kandung kemih.
  10. Memperbaiki kerusakan kandung kemih yang disebabkan cedera atau organ kandung kemih yang tidak berkembang.
  11. Prosedur sling untuk mencegah kebocoran kandung kemih.
  12. Vasektomi, yakni metode kontrasepsi yang dilakukan dengan memotong saluran sperma (vas deferens) yang membawa sperma dari testis ke penis. Dengan metode yang menyerupai sterilisasi ini, sperma tidak lagi keluar bersama air mani saat pria ejakulasi.

Kapan seseorang harus menjalani bedah urologi?

Prinsipnya, rekomendasi tindakan bedah urologi bagi pasien ditentukan oleh dokter spesialis urologi yang menangani. Barulah rekomendasi ini bisa didiskusikan bersama pasien. 

Pasien pun punya hak untuk mencari pendapat kedua atau second opinion dari dokter spesialis lainnya. 

Tapi, yang perlu kamu perhatikan, ada kondisi-kondisi tertentu yang membuatmu harus segera memeriksakan diri ke dokter spesialis urologi. Apa saja?

  1. Bila air senimu berwarna merah mudah, merah, atau cokelat. Ini bisa menjadi indikasi adanya darah dalam air senimu.
  2. Nyeri perut bawah, punggung, atau pinggang, disertai mual dan muntah.
  3. Nyeri atau sakit saat buang air kecil.
  4. Selalu merasa ingin buang air kecil. Bahkan saat kamu baru saja buang air kecil.
  5. Volume air seni hanya sedikit.
  6. Kesulitan menahan buang air kecil.
  7. Adanya benjolan pada testis.
  8. Mengalami disfungsi seksual.
  9. Ada masalah kesuburan pada pria atau kemandulan.

Apa yang harus dan tidak boleh dilakukan sebelum, saat, dan setelah bedah urologi?

Dokter spesialis urologi yang menangani pasien akan memberi arahan mengenai apa-apa saja yang harus disiapkan sebelum, saat, dan setelah dilakukan tindakan bedah urologi.

Sebelum dilakukan tindakan, usahakan membuat catatan lengkap mengenai keluhan dan gejala yang kamu alami. 

Kamu juga disarankan untuk melengkapi seluruh riwayat kesehatan pribadi dan keluarga. Siapkan juga hasil pemeriksaan sebelum operasi, seperti CT scan dan biopsi.

Sebelum dilakukan operasi, kamu juga bisa mengajak keluarga dan kerabat untuk menemui dokter spesialis urologi. Keluarga dan kerabat ini bisa berperan untuk membantu mengambil keputusan, termasuk kaitannya dengan operasi.

Selama tindakan bedah, ikuti semua prosedur yang diperintahkan dokter. 

Hal yang sama juga dilakukan untuk kondisi pascabedah. Namun sebagai pasien, usahakan kamu tidak terlalu banyak gerak. Istirahatlah yang cukup, terutama tidur.

Rutin minum obat yang diberi oleh dokter. Kamu juga harus menaati jadwal konsultasi dengan dokter dan pastikan kamu menjaga kebersihan.

Simak pula ulasan mengenai biaya operasi kanker testis di artikel Lifepal lainnya!

Apakah biaya bedah urologi ditanggung BPJS?

Jawabannya, ya. Pada prinsipnya semua jenis operasi yang bersifat tindakan pengobatan biayanya akan ditanggung BPJS Kesehatan. 

Hal ini diatur dalam pedoman pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yaitu Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No. 28 Tahun 2014. Agar lebih rinci, berikut adalah jenis tindakan bedah atau operasi yang biayanya ditanggung BPJS Kesehatan:

  • Operasi jantung
  • Operasi caesar
  • Operasi kista
  • Operasi miom
  • Operasi tumor
  • Operasi odontektomi
  • Operasi bedah mulut
  • Operasi usus buntu
  • Operasi batu empedu
  • Operasi mata
  • Operasi bedah vaskuler
  • Operasi amandel
  • Operasi katarak
  • Operasi hernia
  • Operasi kanker
  • Operasi kelenjar getah bening
  • Operasi pencabutan pen
  • Operasi penggantian sendi lutut
  • Operasi timektomi
  • Operasi urologi.

Tapi, ada satu jenis bedah urologi yang ternyata tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Yaitu, operasi gangguan ginjal akibat minuman keras. 

Sama seperti hepatitis yang disebabkan oleh narkoba, penyakit ginjal yang disebabkan minuman keras dikecualikan dari BPJS Kesehatan.

Mengapa? Karena munculnya penyakit ini diyakini sebagai akibat dari kelalaian pasien dalam menjaga kesehatan. Pengobatan ginjal juga diketahui memakan biaya yang cukup mahal.

Apabila ingin pengobatan ditanggung oleh BPJS, berarti kamu harus mematuhi alurnya. Mulai dari pemeriksaan di Faskes 1, baru kemudian meminta rujukan ke rumah sakit untuk nanti dilakukan tindakan pembedahan di rumah sakit rujukan.

Namun, untuk proses administratif yang lebih praktis, dapat memanfaatkan asuransi kesehatan swasta.

Pentingnya asuransi kesehatan 

Seperti yang kita bahas di atas, kita tak pernah tahu apa masalah kesehatan yang bisa saja diidap di masa mendatang. 

Nah, di sinilah kita perlu menyediakan sebuah bantalan untuk jaga-jaga. Caranya bagaimana? Salah satunya dengan asuransi kesehatan terbaik. 

Cara kerja asuransi kesehatan sebenarnya sederhana, setiap nasabah mesti membayarkan premi ke pihak perusahaan asuransi. 

Kemudian, pihak perusahaan akan mengelola dana tersebut sehingga saat ada salah satu nasabah jatuh sakit, perusahaan dapat menanggung biayanya.

Adapun manfaat utamanya mencakup biaya rawat inap, rawat jalan, pembedahan, dan medical check-up. Sementara manfaat tambahan (rider) meliputi melahirkan, perawatan gigi, dan mata.

Sementara premi asuransi kesehatan murah atau mahal, tergantung pada usia, pekerjaan, dan limit pertanggungan.

Namun berbeda dengan BPJS Kesehatan, kita bisa lebih fleksibel memilih premi yang diinginkan, pertanggungan, dan rumah sakit. Lantas, apakah perlu memiliki asuransi kesehatan? 

Asuransi kesehatan penting, karena pada tahun 2018 saja, inflasi biaya rumah sakit mencapai 11 persen. 

Artinya, misal pada tahun sebelumnya biaya kesehatan rawat inap di rumah sakit berkisar Rp500 ribuan per hari, maka nominalnya akan naik menjadi Rp555 ribu di tahun 2018. Angka tersebut akan terus meningkat di tahun selanjutnya.

Nah, daripada menghabiskan tabungan atau investasi untuk biaya medis, asuransi akan membantu cashflow nasabah menjadi lebih aman. Lifepal akan membantu kamu menemukan keputusan yang tepat terkait asuransi. Yuk, isi formulir di bawah ini!

 

Tips memilih asuransi kesehatan terbaik

Dengan ratusan pilihan polis dan brand, calon nasabah perlu lebih cermat memilih manfaat asuransi kesehatan yang dibeli. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli proteksi kesehatan:

1. Metode klaim cashless

Dengan sistem klaim cashless nasabah bisa datang ke rumah sakit bermodal kartu peserta asuransi kesehatan saja. Artinya, nasabah tidak perlu mengeluarkan dana terlebih dahulu untuk mendapatkan perawatan medis.

Contohnya adalah rekomendasi pilihan di atas yaitu Allianz, AXA Mandiri, Prudential, Manulife, BCA, BNI Life, dan Cigna semuanya memiliki manfaat asuransi cashless dan reimbursement.

2. Menanggung biaya rawat jalan

Biaya perawatan sebelum dan setelah rawat inap tidaklah murah. Untuk itu, sebaiknya pilih yang menanggung biaya rawat jalan tersebut.

Dari rekomendasi Lifepal, Asuransi kesehatan AXA Mandiri, Cigna, dan Manulife menanggung biaya rawat jalan sebagai manfaat dasar asuransi. 

3. Manfaat pengembalian premi

Beberapa asuransi juga menawarkan pengembalian premi atau no claim bonus apabila tidak ada klaim hingga masa polis berakhir. Umumnya 20-100 persen dari total premi yang telah dibayarkan.

4. Manfaat Coordination of Benefit (CoB) 

Dengan manfaat Coordination of Benefit (CoB), jika asuransi BPJS tidak mencakup semua biaya perawatan maka kita bisa mengajukan kekurangannya pada asuransi swasta.

Saat ini, ada 11 perusahaan asuransi swasta yang bersedia jalankan koordinasi klaim dengan BPJS, yaitu asuransi kesehatan Avrist, Arthagraha General Insurance, Astra Buana, Mega, CAR, Takaful Keluarga, Bina Dana Arta, Sinarmas MSIG, Generali Indonesia, Tugu Pratama, dan Multi Artha Guna (MAG). Lebih lanjut, terkait tips memilih asuransi kesehatan

5. Manfaat pertanggungan pre-existing condition

Pre-existing condition adalah kondisi di mana calon nasabah sudah menderita penyakit tertentu saat mendaftar asuransi.

Sebagian besar produk mengecualikan hal ini dalam klaim, tetapi ada yang tidak mengecualikannya dengan atau tanpa syarat. Salah satunya adalah polis Maestro Optima Care dari AXA.

6. Limit/plafon sesuai premi

Plafon yang ditawarkan oleh asuransi kesehatan memang sekilas terkesan besar. Misal uang pertanggungan Rp20 juta terkesan banyak saat ini.

Namun, di tahun-tahun mendatang dengan kenaikan biaya medis 7-15 persen, nilai pertanggungan tersebut akan berkurang.

Jika memungkinkan, sebaiknya pilih yang menanggung biaya medis sesuai tagihan rumah sakit (as charged), seperti Manulife, Prudential, dan BNI Life.

7. Iuran premi sesuai dengan penghasilan

Meski proteksi kesehatan sangatlah penting, calon nasabah tetap harus memastikan keuangannya tetap terjaga. Karena itu, pastikan premi tidak kemahalan apalagi melebihi kemampuan. Standarnya alokasi asuransi minimal sekitar 3-5 persen dari penghasilan.

8. Beli melalui broker asuransi

Broker yang telah terdaftar resmi dapat membantu nasabah mengajukan klaim. Ingat, ketika sedang mengalami risiko medis, pengajuan klaim bisa saja sulit dilakukan sendiri.

Belum lagi jika pengajuan klaim nasabah ditolak karena alasan tertentu. Broker asuransi seperti Lifepal dapat sangat membantu dalam mengatasi masalah klaim tersebut.

Pertanyaan seputar biaya bedah urologi

Artikel ini bersumber dari lifepal.co.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!