Travel  

5 Oleh-Oleh Khas Biak yang Paling Populer

5 Oleh-Oleh Khas Biak yang Paling Populer

tribunwarta.com – Berkunjung ke Biak terasa kurang lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh khas daerahnya. Anda bisa mendapatkan souvenir menarik dari berbagai kerajinan tangan, mulai dari batik, patung, kulit kayu, hingga cinderamata lainnya.

Kekayaan dan keindahan alam tanah Papua memang tidak bisa diragukan lagi. Dipastikan, setiap orang yang mengunjungi daerah tersebut akan mendapatkan kesan yang mendalam. Namun kurang lengkap rasanya jika bertandang ke Papua khususnya Kota Biak, jika tidak membawa oleh-oleh khasnya. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak ulasan buah tangan yang diburu wisatawan berikut ini.

1. Patung Karwar

Kota Biak berada di Pulau Biak yang terpisah dengan daratan Papua. Di wilayah ini terdapat banyak sekali destinasi wisata alam yang bisa dikunjungi mulai dari pantai hingga pegunungannya. Hal tersebut membuat banyak pengunjung yang bertandang ke kota yang satu ini untuk menikmati keindahan alamnya, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dengan adanya potensi wisata yang melimpah, maka terdapat juga berbagai pusat oleh-oleh yang menjual kerajinan atau souvenir khas Biak. Salah satu yang bisa Anda bawa pulang sebagai buah tangan adalah souvenir dari kayu. Biasanya kerajinan tangan ini berupa patung, ukiran, lukisan, mahkota, gantungan kunci, bahkan topi.

Namun yang paling menjadi ciri khas daerah Biak adalah kerajinan patung bernama Karwar. Ukiran kayu ini sudah dikenal hingga mancanegara sebagai identitas seni Biak. Untuk membuat kerajinan tersebut, biasanya memanfaatkan kayu mentah yang kemudian diukir sesuai dengan panduan budaya setempat.

Karwar atau Korwar ini merupakan patung kepercayaan suku Biak yang dikatakan sakral. Pasalnya bentuk patung ini menyerupai tengkorak dari leluhur atau yang disayangi. Selain itu, patung ini memiliki ciri khusus lainnya seperti kepala yang besar, dibuat dalam keadaan berdiri atau duduk, memiliki hidung yang besar, hingga badan yang kecil.

Setiap bentuk tersebut memiliki makna filosofis tersendiri. Sehingga, selain dapat menikmati keindahan seninya ada juga cerita yang terkandung di dalamnya. Untuk bentuk kepala yang besar, patung ini memiliki arti banyak berpikir sebelum bertindak, serta tempat menyimpannya ilmu pengetahuan.

Sedangkan Patung Karwar yang dibuat dalam keadaan berdiri atau duduk akan memiliki makna khusus. Bagi patung yang diukir dengan bentuk memegang bayi, biasanya melambangkan seorang ibu yang meninggal setelah melahirkan atau dalam keadaan hamil. Selain itu, patung yang menggenggam tameng melambangkan seorang pahlawan.

Tidak berhenti sampai di situ saja, patung ini ada juga berbentuk dengan hidung besar yang artinya mampu memperkirakan atau mencium sesuatu apa yang dibicarakan dengan benar atau tidak. Selain bentuk hidung yang besar ada patung dengan badan kecil yang memiliki arti rajin, gesit, dan tidak mengambil hak orang lain.

Patung Karwar ini bisa menjadi oleh-oleh menarik untuk dibawa pulang jika bertandang ke daerah yang satu ini. Umumnya patung ini berbentuk orang Papua dalam ukuran mini, lengkap dengan detail ikat kepala dan koteka. Selain itu, terdapat berbagai variasi lainnya dengan tambahan aksen gantungan pajangan dan aksen asbak.

2. Kerajinan dari Kulit Kayu

Selain kerajinan patung, Anda juga bisa membawa pulang souvenir dari kulit kayu. Sentra produksi kerajinan kulit kayu di Biak ini sudah terkenal bahkan hingga ke mancanegara. Yang paling diminati wisatawan ketika berkunjung ke daerah ini adalah lukisan kayu. Motif yang dilukis berupa satwa khas Papua yaitu motif burung, buaya, ikan dan lain sebagainya.

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin inovatif ini, kerajinan dari kulit kayu bukan hanya dijadikan kanvas lukisan. Namun juga diolah menjadi produk kerajinan lainnya yang bernilai tinggi misalnya, topi, cenderamata, dan tas. Hal tersebut membuat banyak variasi yang bisa Anda pilih sebagai oleh-oleh ketika berkunjung ke Biak.

Menariknya lagi, kulit kayu yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kerajinan tersebut bukanlah kulit kayu sembarangan. Kulit yang diolah menjadi suvenir khas Biak ini berasal dari kayu Khombouw yang tumbuh dua hutan di sekitar daerah Biak. Jadi, tidak akan rugi rasanya jika Anda berlibur ke Papua dan menyempatkan untuk membeli kerajinan tersebut sebagai buah tangan.

3. Batik dan Kaos Khas Papua

Batik yang ada di Biak dikenal dengan motifnya yang unik dan beragam. Motif batik ini sangat berbeda dari daerah lainnya yang ada di Indonesia. Pasalnya, corak yang digunakan diadaptasi dari keindahan alam Papua seperti pesisir pantai, pegunungan, burung cendrawasih, honai, hingga motif Danau Sentani.

Hadir dalam warna terang seperti biru, merah, kuning, ungu, dan hijau, menambah daya tarik kreasi batik ini daripada yang lainnya. Untuk harga yang ditawarkan pun cukup bervariasi dengan kisaran harga 45 ribuan per meternya, hingga jutaan rupiah tergantung detail motif yang ada. Anda bisa mendapatkannya dengan mudah di pusat oleh-oleh atau perbelanjaan.

Selain batik, ada juga oleh-oleh khas Biak yang bisa Anda bawa pulang jika ingin tampil lebih casual. Terdapat pilihan kaos santai dengan sablon khas Papua, seperti burung cendrawasih, patung karwar, pesona alam Papua dan lain sebagainya. Oleh-oleh ini sangat cocok untuk berbagai kalangan baik muda ataupun tua.

Kaos tersebut tersedia dalam banyak warna dan ukuran sehingga dapat dipilih sesuai ukuran tubuh. Selain itu, desainnya juga unik dan menarik sangat pas dijadikan sebagai buah tangan yang simpel tapi tetap berkesan. Untuk mendapatkan oleh-oleh ini harganya pun cukup terjangkau, mulai dari 50 ribuan hingga seratus ribuan saja.

4. Koteka

Jika kamu berkunjung ke Papua khususnya Biak, akan lebih baik jika memilih suvenir yang unik untuk dijadikan buah tangan. Salah satunya yaitu Koteka atau busana tradisional khas Papua. Koteka sendiri terbuat dari sejenis labu yang diolah melalui beberapa proses hingga berbentuk lonjong. Biasanya, koteka yang dijual untuk buah tangan dihiasi dengan detail yang beragam.

Keberadaan koteka di zaman modern telah mengubahnya menjadi suvenir. Bahkan sebagian masyarakat Papua sudah jarang menggunakan koteka sebagai busana yang dikenakan sehari hari. Mungkin hanya beberapa masyarakat yang tinggal di pedalaman atau pegunungan yang masih menggunakan busana tersebut.

Generasi muda yang ada di sekitar daerah Biak lebih memilih menggunakan baju biasa dari pada koteka. Sehingga, keberadaan koteka di era modernisasi lebih bermanfaat jika dijadikan sebagai suvenir. Tak heran banyak wisatawan yang berkunjung ke daerah Biak membawa koteka sebagai buah tangan khas.

Bentuk yang unik dan original dari koteka tidak bisa ditemukan di tempat lain. Hal ini menjadikan banyak orang untuk berbondong bondong membawa suvenir ini sebagai oleh-oleh. Jika Anda ingin mendapatkan kerajinan ini, singgahlah di pasar Biak atau di pusat perbelanjaan. Bahkan, terdapat beberapa tempat wisata yang menjual berbagai kerajinan tersebut.

5. Noken

Noken merupakan tas Papua yang sangat khas. Biasanya noken terbuat dari serat kayu khusus dari daerah Biak yaitu dari pohon Manduam, Anggrek hutan, atau pohon Nawa. Sebenarnya, tas ini digunakan untuk menunjang beberapa kegiatan masyarakat asli Papua. Mulai dari membawa barang berukuran besar, belanjaan, bahkan digunakan untuk menggendong anak.

Membuat kerajinan yang satu ini dibilang cukup rumit, karena hanya bisa dibuat dengan cara manual. Kayu yang sudah dipilih harus dikeringkan terlebih dahulu, lalu dipilah pilah seratnya saja. Kemudian serat yang sudah disiapkan akan dipintal secara manual menjadi benang atau tali. Dengan begitu, proses perajutan bisa dilakukan untuk menghasilkan kerajinan khas.

Proses pembuatan noken bisa mencapai satu hingga dua minggu untuk ukuran kecil. Sedangkan untuk ukuran yang lebih besar biasanya prosesnya akan lebih rumit bahkan sampai dua bulan. Selain itu karena terbuat dari bahan alami, maka varian warna noken hanya terdapat dalam satu varian yaitu warna cokelat yang menyerupai batang pohon.

Seiring berkembangnya zaman para pengrajin noken tidak lagi menggunakan serat kayu dalam membuat souvenirnya, melainkan merajutnya dengan menggunakan benang wol yang mudah didapat di pasaran. Sehingga ada berbagai pilihan warna dan bentuk yang bisa dipilih jika ingin membawa tas ini sebagai oleh-oleh khas dari Biak.

Untuk mendapatkan buah tangan yang satu ini pun cukup mudah. Anda dapat menjumpai pedagang yang menggelar jualannya di emperan toko, pasar atau pinggir jalan. Selain itu, harga noken bervariasi tergantung dari tingkat kesulitan, bahan, hingga ukurannya. Harga kisarannya dipatok mulai dari 100 ribuan hingga jutaan rupiah.

Tidak berhenti sampai di situ saja, para pengrajin noken yang kini sudah mengikuti perkembangan zaman dengan cara membuat varian lainnya. Misalnya saja baju rajut, topi, hingga model tas dengan desain yang lebih beragam. Jadi, tidak ada salahnya jika berkunjung ke Biak dengan membeli souvenir khas tradisionalnya agar liburan lebih berkesan.

Itulah beberapa oleh-oleh khas Biak yang populer untuk bisa dibawa pulang jika bertandang ke daerah yang satu ini. Kerajinan khas tersebut bisa Anda dapatkan di berbagai pusat oleh-oleh dan beberapa pusat perbelanjaan. Bahkan di tempat wisata juga menyediakan suvenir khas tersebut dengan harga yang terjangkau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *