Petinggi Apple Tutup Akun Twitter di Tengah Kegaduhan Elon Musk

Petinggi Apple Tutup Akun Twitter di Tengah Kegaduhan Elon Musk

tribunwarta.com – Sejak Elon Musk resmi memiliki Twitter dan menjadi CEO sementara, banyak kebijakannya yang kontroversial. Rupanya, kegaduhan yang diakibatkan kebijakan Musk membuat pihak lain bereaksi terhadap Twitter. Salah satunya Apple .

Salah satu petinggi Apple kabarnya menutup akun Twitter pribadinya. Dia adalah Phil Schiller yang bertanggung jawab atas Apple Store dan Apple Events. Schiller diketahui menghapus akun pribadinya di Twitter pada Minggu (20/11) waktu Amerika Serikat (AS).

Akun pribadi Phil Schiller memiliki handle @pschiller. Namun saat dicari di Twitter, akun tersebut tidak dapat ditemukan.

Bila pun profilnya dapat dijangkau karena ditandai oleh pengguna lain, keterangan yang tercantum adalah “Akun ini tidak ada. Coba cari yang lain”.

Phil Schiller adalah eksekutif yang berpengaruh di Apple. Sebelumnya Schiller menjabat sebagai Kepala Pemasaran Apple. Namun kini ia disebut sebagai “Apple Fellow”, yang bertanggung jawab atas berbagai acara Apple serta App Store, dilansir dari The Independent, Rabu (23/11/2022).

Di Twitter, Schiller memiliki 200.000 pengikut lebih sejak akunnya dibuat pada tahun 2008. Dia cukup aktif di Twitter dengan gayanya yang informal sembari mempromosikan produk atau kampanye perusahaan. Selain itu, Schiller juga berinteraksi dengan pengguna di situs mikroblogging tersebut.

Sayangnya akun Schiller dihapus akhir pekan lalu. Tidak diketahui apa alasan Schiller menghapus akun Twitter pribadinya.

Namun, penghapusan akun Schiller terpantau bersamaan dengan saat Elon Musk mengumumkan rencana pembebasan akun Twitter Donald Trump, setelah ditangguhkan sejak awal tahun 2021.

Terlepas dari dihapusnya akun Schiller, CEO Apple Tim Cook masih terpantau eksis di Twitter. Cook bahkan memposting cuitan baru setelah akun Schiller dihapus.

Elon Musk pulihkan akun Donald Trump

Elon Musk pekan lalu menunggah postingan pemungutan suara (polling) terkait mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Postingan tersebut mengizinkan para pengikut (followers) Musk memilih apakah Twitter harus mencabut blokir akun resmi Trump, dengan handle @realdonaldtrump, atau tidak.

Dalam hasil akhir, polling menyatakan bahwa 51,8 persen dari total sekitar 15 juta orang setuju bahwa akun Trump harus dipulihkan, sedangkan 48,2 persen sisanya tidak setuju.

Berdasarkan postingan tersebut, Musk akhirnya menepati janjinya dan mencabut status blokir akun Trump. Kini, akun Twitter Trump dengan handle @realdonaldtrump sudah bisa diakses oleh pengguna umum.

Keputusan memulihkan akun Trump sendiri cukup kontroversi. Namun ini bukan satu-satunya keputusan kontroversial Elon Musk di Twitter.

Bos Twitter sekaligus Tesla dan SpaceX itu juga memecat eksekutif dan karyawan sejak hari pertama berkantor di kantor pusat Twitter.

Pada hari pertama Musk berkantor di kantor pusat Twitter, yaitu pada Kamis 27 Oktober waktu AS, sejumlah eksekutif perusahaan dipecat termasuk Chief Executive Officer (CEO) saat itu, Parag Agrawal, Chief Financial Officer (CFO) Ned Segal, bos bagian hukum dan kebijakan Vijaya Gadde, serta penasihat umum Sean Edgett.

Beberapa hari kemudian, sekitar awal November, Elon Musk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal karyawan Twitter. Laporan dari berbagai outlet media menyebutkan bahwa PHK ini berdampak pada 3.700 karyawan dari total sekitar 7.500 karyawan Twitter.

Tak berhenti di situ, satu per satu karyawan yang mengkritik Elon Musk juga dipecat dan diputus aksesnya dari sistem Twitter.

Di sisi lain ratusan karyawan Twitter memutuskan hengkang dari perusahaan setelah Elon Musk mengeluarkan ultimatum agar karyawan yang tersisa bekerja lebih keras atau mundur, dihimpun dari The Verge. Mereka yang memilih mundur, mendapat pesangon tiga bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!