AS Larang Impor atau Penjualan Produk Huawei dan ZTE dari China

AS Larang Impor atau Penjualan Produk Huawei dan ZTE dari China

tribunwarta.com – Otoritas Amerika Serikat (AS) pada Jumat (25/11/2022) mengumumkan larangan impor atau penjualan alat-alat komunikasi yang dianggap memiliki risiko keamanan nasional, termasuk produk Huawei dan ZTE dari China.

Kedua perusahaan itu terdaftar sebagai ancaman oleh Federal Communications Commission (FCC). Aturan baru ini juga melarang otorisasi peralatan mereka di masa mendatang.

Langkah ini adalah yang terbaru dari serangkaian pembatasan akses perusahaan telekomunikasi China ke jaringan AS, dan terjadi selama kebuntuan lama antara dua negara perekonomian terbesar dunia tersebut.

Para pejabat AS juga menunjukkan peningkatan kewaspadaan terhadap perusahaan telekomunikasi dan teknologi China dalam beberapa tahun terakhir.

“FCC berkomitmen melindungi keamanan nasional kami dengan memastikan bahwa peralatan komunikasi yang tidak dapat dipercaya tidak boleh digunakan di dalam perbatasan kami,” kata ketua FCC Jessica Rosenworcel, dikutip dari kantor berita AFP.

Dia menambahkan, aturan baru ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk berjaga-jaga dari ancaman keamanan.

Juru bicara Huawei tidak berkomentar tentang larangan tersebut ketika dihubungi oleh AFP.

Larangan ini juga mencakup perusahaan-perusahaan lain, termasuk produk video pengawasan Hangzhou Hikvision dan Dahua Technology.

FCC pada Jumat (25/11/2022) menyatakan, ke depannya pihaknya turut mempertimbangkan tindakan terkait otorisasi yang sudah ada.

Sebelumnya, AS sudah melarang Huawei memasok produknya ke sistem pemerintah “Negeri Paman Sam” dan sangat tidak menganjurkan penggunaan peralatannya di sektor swasta.

AS khawatir peralatan Huawei dapat disusupi oleh intelijen China.

Pada 2019, AS menempatkan Huawei dalam daftar hitam perdagangan yang melarang pemasok Amerika melakukan bisnis dengannya.

Huawei beserta merek-merek smartphone teratas China lainnya kemudian diputus dari sistem operasi seluler Android-nya Google.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!