Pengamat Politik Universitas Brawijaya Bongkar Pujian Gus Yaqut ke Erick Thohir Jelang Pemilu 2024

Pengamat Politik Universitas Brawijaya Bongkar Pujian Gus Yaqut ke Erick Thohir Jelang Pemilu 2024

 

SURYA.co.id | SURABAYA – Pengamat Politik Universitas Brawijaya, Anang Sujoko, menilai, pujian yang dilakukan Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) kepada Menteri BUMN Erick Thohir, pada Peringatan Hari Santri 2022, merupakan hal yang lazim.

Menurut Anang Sujoko, sudah satu tahun terakhir ini Erick Thohir masuk ke lingkungan pondok pesantren dan dekat dengan lembaga di bawah naungan Nahdlatul Ulama. Sehingga, santri harus memiliki jangkauan kedepan, bukan hanya berkiprah pada pondok pesantren saja.

“Gus Yaqut ingin membuat santri tak hanya sekadar berprestasi di pesantren namun dapat menjadi orang yang sukses seperti Menteri Erick. Mungkin itu yang ingin dikaitkan di Hari Santri dengan kehadiran Menteri Erick di event tersebut,”ungkap Anang, Selasa (25/10/2022).

Dirinya juga menyarankan, agar cita-cita Gus Yaqut untuk membuat para santri ini berprestasi dan memiliki jiwa entrepreneurship serta sukses seperti Erick Thohir, Kementerian Agama harus membuat program dan pembinaan pondok pesantren untuk membangun jiwa kewirausahaan.

Program dan pembinaan tersebut dapat berorientasi serta bersinergi dengan program yang sudah dibuat Menteri Erick di perusahaan BUMN.

“Meski hubungan antara Menteri Erick dan pesantren belum lama terjalin secara intensif, namun kedekatan antara mereka sudah terlihat sangat baik sekali. Namun untuk membangun ikatan emosional yang lebih baik lagi diperlukan waktu,” tuturnya.

“Memang saat ini Menteri Erick sudah memulainya secara bertahap. Namun untuk membangun itu membutuhkan waktu yang lebih lama lagi. Kalangan pondok pesantren nampaknya sudah dapat menerima dengan baik kehadiran Menteri Erick di tengah-tengah mereka,” sambung Anang.

Dia juga berpendapat, Erick Thohir harus terus melakukan istiqomah dalam membangun hubungan yang baik dengan pesantren.

Secara pragmatis, kedekatan Erick dengan kalangan Nahdliyin, bagi Anang, dapat dilihat sebagai upaya menuju kontestasi Pilpres 2024. Namun untuk saat ini posisi Erick Thohir belum untuk posisi presiden. Tetapi baru sampai wakil presiden.

Menjalin ikatan emosional dengan Nahdliyin dinilai Anang cukup strategis bagi Erick untuk memperkuat ia menjadi calon wakil presiden. Sebab kalangan Nahdliyin memiliki potensi suara yang sangat besar di Pilpres 2024 mendatang.

Anang melihat potensi terbaik dan terkuat Erick untuk mendampingi calon presiden ada pada Ganjar Pranowo. Ini dikarenakan elektabilitas calon presiden yang tinggi saat ini masih dipegang oleh Ganjar.

“Apalagi jika PDIP masih bersikukuh untuk memajukan Puan. Saya nilai akan berat sekali bagi PDIP untuk memenangkan Puan. Sebab elektabilitas Puan masih rendah sekali. Sehingga potensi nasionalis religius untuk memenangkan Pilpres 2024 semakin terbuka,” tutup Anang.

 


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *