Pembangunan di Era Jokowi Disebut Berdasarkan Bukti

Pembangunan di Era Jokowi Disebut Berdasarkan Bukti

Jakarta: Pembangunan infrastruktur di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki bukti kuat. Pengamat politik Lucius Karus merespons pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
 
AHY menyebut pembangunan di era Jokowi hanya melanjutkan era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut Lucius, hasil pembangunan yang ada justru memperlihatkan sebaliknya.
 
“Itu akhirnya terlihat sebagai pepesan kosong karena data pendukung justru memperlihatkan hal yang berbeda,” kata Lucius saat dihubungi Medcom.id, Sabtu, 17 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengutip data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait pembangunan infrastruktur. SBY membangun jalan tol sepanjang 189,2 kilometer (km) pada 2004-2019.
 
Sementara itu, Jokowi membangun jalan tol sepanjang 1.762,3 km sejak menjabat pada 2014. Bahkan, 750 km jalan tol ditargetkan selesai pada 2024.
 
“Fakta bahwa akhirnya Jokowi yang menyelesaikan proyek yang dimulai SBY tetap saja menjadi poin buruk bagi SBY, karena dianggap tak mampu membuat perencanaan proyek agar selesai di eranya,” kata Lucius.
 
Data terkait juga menunjukkan ada 18 bendungan mulai dibangun di era SBY. Seluruhnya diselesaikan di era Jokowi. 
 
Adapaun Jokowi memulai pembangunan 12 bendungan sejak menjabat. Akumulasi data memaparkan, ada 30 bendungan yang selesai dibangun di era jokowi, kemudian 27 bendungan ditargetkan rampung pada 2024.
 
“Jadi saya kira AHY tidak bijak ketika berupaya mendiskreditkan Jokowi pakai data zaman bapaknya, karena era sekarang klaim saja sudah enggak laku lagi. Zaman sekarang itu klaim harus didukung data,” lata Lucius.
 

 
Data Kementerian Perhubungan menunjukkan 24 bandara dibangun di era SBY. Kemudian, Jokowi melakukan pembangunan 29 bandara dan menargetkan sembilan bandara baru maupun revitalisasi pada 2029. 
 
Sementara itu, data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memaparkan pembangunan infrastuktur desa. Ada 316.590 km jalan desa dibangun di era Jokowi.
 
Lucius mengatakan data tersebut berbicara dan menjadi bukti. Sehingga, tak ada untungnya AHY menjadikan pemerintahan SBY sebagai pembanding.
 
“Harusnya AHY tampil dengan tawaran program orisinil dari dirinya untuk ditawarkan kepada publik jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024,” kata Lucius
 

(END)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *