IHSG Ngegas Ugal-Ugalan, 6 Saham Ini Penyebabnya

IHSG Ngegas Ugal-Ugalan, 6 Saham Ini Penyebabnya

tribunwarta.comJakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melesat hingga 1% pada awal perdagangan sesi I Selasa (27/12/2022).

Per pukul 09:21 WIB, IHSG melesat 1,06% ke posisi 6.908,199. Sentimen pasar global yang cenderung sepi tidak menyudutkan IHSG untuk menguat.

Beberapa saham menjadi penopang indeks hingga berhasil melesat 1%. Berikut saham-saham yang menjadi penopang IHSG pada perdagangan sesi I hari ini.

Dari deretan top movers di atas, saham emiten batu bara yakni PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi penopang terbesar IHSG pada perdagangan sesi I hari ini, yakni hingga mencapai 36,87 indeks poin.

Sedangkan di posisi kedua, terdapat saham emiten pertambangan mineral yakni PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang turut menjadi penopang IHSG sebesar 2,29 indeks poin.

Bahkan, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang sebelumnya menjadi pemberat IHSG pada November dan awal bulan ini, kini menjadi salah satu penopang IHSG, yakni sebesar 1,99 indeks poin.

Pada hari ini, sentimen pasar masih cenderung minim karena bursa saham Amerika Serikat (AS) dan Eropa masih belum dibuka karena masih libur Natal 2022.

Namun dari China, ada sedikit kabar baik, di mana pemerintah setempat akan mencabut persyaratan karantina untuk semua pelancong yang datang dari luar perbatasan negara mulai 8 Januari 2023. Kabar tersebut diumumkan Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) awal pekan ini.

Negara itu juga akan menghapus semua tindakan pembatasan Covid-19 lainnya untuk pelancong, termasuk karantina untuk pasien positif dan pelacakan kontak.

Pihak berwenang mengatakan kebijakan baru itu adalah bagian dari cara baru China dalam menangani Covid-19.

Adapun, China menurunkan penanganan Covid menjadi “penyakit Kelas B” yang tidak terlalu ketat, dalam kategori yang sama dengan penyakit yang tidak terlalu parah, seperti demam berdarah. China juga akan menyebut Covid-19 sebagai “infeksi”, bukan “pneumonia”.

“Perubahan itu lebih sesuai dengan karakteristik dan tingkat bahaya penyakit ini saat ini,” kata HNC dalam sebuah pernyataan, dilansir CNN International, Selasa (27/12/2022).

“Varian Omicron yang kurang mematikan telah menjadi jenis dominan SARS-Cov-2, dan hanya sejumlah kecil kasus yang berkembang menjadi pneumonia,” tambahnya.

Meski begitu, pelancong masih harus mengikuti tes Covid sebelum tiba di China. Hanya saja, mereka tidak perlu lagi menyerahkan hasilnya ke kedutaan atau konsulat China.

Mulai 8 Januari, para pelancong dapat menguji dan menampilkan hasilnya sebelum naik ke pesawat.

Di lain sisi, pasar masih mengharapkan adanya fenomena Santa Claus Rally atau window dressing di sisa perdagangan tahun 2022 yang hanya tinggal tiga hari saja.

Untuk diketahui, ‘Santa Claus Rally’ merupakan sebuah reli di pasar saham AS yang terjadi pada 5 perdagangan terakhir di bulan Desember hingga 2 hari perdagangan pertama di bulan Januari.

Adapun perdagangan Wall Street pada tahun ini tinggal bersisa empat hari, yakni pada Selasa hingga Jumat.

‘Santa Claus Rally’ seharusnya dimulai pada pekan ini. Jika pekan ini pergerakan Wall Street cenderung flat atau masih membentuk tren bearish, maka fenomena ini dapat dikatakan tidak terjadi pada tahun ini.

Namun sebaliknya, jika Wall Street kembali rebound dan cenderung membentuk tren bullish, maka ‘Santa Claus Rally’ benar-benar terjadi kembali pada tahun ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Sanggahan: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham terkait. Keputusan investasi sepenuhnya ada pada diri anda, dan CNBC Indonesia tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!