Bali Macet, Gubernur: Ekonomi Mulai Bangkit

Bali Macet, Gubernur: Ekonomi Mulai Bangkit

Denpasar: Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan saat ini Bali mulai macet karena wisatawan meningkat. Kemacetan mulai terjadi di Kabupaten Badung dan Denpasar.
 
Ia menuturkan dalam dekat beberapa wilayah seperti Ubud di Gianyar, Tanah Lot di Tabanan juga akan macet. Sebaran wisatawan akan merata di seluruh Bali dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi.
 
“Kalau sebelum pandemi covid-19, macet membuat orang Bali marah-marah. Sekarang macet membuat orang Bali tertawa lebar. Sebab artinya Bali sudah mulai dipadati, ekonomi sudah mulai bangkit dengan cepat dan pasti. Bali mulai hidup,” ujar Wayan di Denpasar, Senin, 4 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan jumlah wisatawan ke Bali mulai meningkat tajam, terutama dalam empat bulan terakhir sejak Maret 2022. Saat ini wisatawan mancanegara rata-rata per hari 7 ribu orang.
 
“Memang tidak pernah turun dari 5 ribu orang namun jumlah tertinggi ada di 11 ribu orang saat liburan. Jadi, kalau dirata-rata sebesar 7 ribu per hari,” tutur dia.
 
Wayan menuturkan wisatawan Nusantara rata-rata 13 ribu per hari yang melalui jalur udara. Sementara Jalu darat dan laut sebanyak 7 ribu sampai 8 ribu per hari.
 
Baca: The Club Executive Lounge Intercontinental Bali Jadi Layanan Terbaru Untuk Tamu
 
Jumlah ini di luar penumpang reguler seperti kendaraan sembako, penumpang lintas pulau yang kebetulan lewat di Bali.
 
“Jadi kalau kita rata-ratakan maka perhari ada 27 ribu orang masuk ke Bali. Jumlah ini akan terus bertambah sebab hingga saat ini permintaan penerbangan langsung dari berbagai negara terus mengalir ke Bali,” ujarnya.
 
Koster melanjutkan semakin mengalirnya wisatawan ke Bali juga berdampak pada berbagai sektor lainnya. Hunian hotel di Bali saat ini terendah di atas 70 persen bahkan ada yang 100 persen.
 
“Restoran, destinasi, kuliner, souvenir juga terus meningkat penjualannya. Belum lagi dampak langsung lainnya seperti warung kecil, pedagang acung, transportasi dan sebagainya. Pajak hotel dan restoran di Badung juga terus meningkat. Saat ini sudah sampai lebih dari Rp 800 miliar. Saya pantau itu setiap hari melalui dasboard sendiri,” ucapnya.
 

(NUR)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *